RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Blora membentuk Komisi Irigasi. Pasalnya, Pemkab ingin maksimalkan program swasembada dan ketahanan pangan di daerah. Bupati Blora Arief Rohman langsung meminta pengurus petakan potensi irigasi baru, untuk diusulkan pembangunan.
Bupati Arief Rohman berharap, Komisi Irigasi dapat memaksimalkan perannya dalam optimalisasi fungsi irigasi di Kabupaten Blora. Selain perawatan yang sudah ada, juga bisa memetakan potensi irigasi mana yang bisa dibangun baru agar bisa diajukan ke Provinsi maupun Pusat.
“Jika ada wilayah yang potensi dibangunkan irigasi baru juga tolong dipetakan agar nanti bisa dicek dan diusulkan ke Provinsi maupun Pusat, mumpung saat ini fokus pada ketahanan pangan,” ungkapnya.
Berdasarkan data, di Kabupaten Blora ada 183 daerah irigasi. Komisi Irigasi yang baru saja dibentuk Selasa (28/5) ditujukan untuk mendukung program swasembada pangan. “Gubernur juga menyampaikan bahwa fokus pembangunan tahun 2026 nanti adalah ketahanan pangan beserta infrastruktur pendukungnya,” ucapnya.
Arief juga berharap, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) bisa sinergi, mensinkronkan program apa yang bisa dikerjasamakan dengan Komisi Irigasi dan Dinas Teknis. Sebab, potensi pertanian padi di Blora menempati lima besar se Jateng.
“Tinggal bagaimana untuk bisa ditingkatkan dan dipertahankan. Tinggal mengembangkan potensi komoditas lainnya,” tambahnya. Bupati juga menyinggung terkait potensi air bersih untuk Kecamatan Todanan, Japah, dan Ngawen masih bisa dimaksimalkan dengan memanfaatkan bendungan Randugunting. “Selain untuk irigasi persawahan, namun juga harus bisa memetakan kebutuhan air bersih di pedesaan,” lanjut.
Sementara itu, Ketua Komisi Irigasi Blora Mahbub Djunaedi menyatakan, pihaknya akan maksimalkan potensi irigasi untuk program ketahanan pangan nasional dari Kabupaten Blora. Petugas yang dikukuhkan akan segera mendata potensi irigasi baru yang ada di daerah.
“Sehingga, Blora bisa menjadi lumbunga pangan untuk Jawa Tengah dan nasional. Semoga diberikan kelancaran,” katanya. (luk/bgs)