RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Petani harus merugi akibat banjir yang menerjang sepekan lalu, tercatat 65 hektare tanaman padi rusak. Pemkab Blora masih mengupayakan bantuan dari pemerintah pusat, agar lahan petani yang terdampak diberi bantuan benih.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Peternakan (TPHPP) Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora Rosalia Dyah Erawati mengatakan, hasil pendataan yang telah dilakukan petugas, tercatat 65 hektare tanaman padi rusak.
Yakni, 30 hektare lahan petani di Desa Benggolo, Kecamatan Ngawen dan 35 hektare lahan petani di Desa Mlangsen. ’’Untuk lahan padi yang di kecamatan lainnya tidak sampai rusak,” ungkapnya. Menurutnya, luas kerusakan tanaman padi karena banjir sepekan lalu tidak banyak.
Sebab, banjir tidak merendam lahan pertanian dalam jangka waktu panjang. ’’Yang kami data itu memang yang sudah rusak, yang masih bisa tumbuh tidak kami masukkan data,” jelasnya. Era mengatakan, petani yang mengasuransikan lahan pertanian bisa mendapat ganti rugi.
Namun, untuk yang tidak terdaftar, masih diupayakan. Sebab, bantuan untuk lahan petani yang rusak dari pemerintah pusat masih belum terkonfirmasi ada lagi tahun ini. ’’Tahun lalu ada untuk itu (bantuan untuk lahan petani yang rusak), kalau tahun ini ada lagi, nanti akan diwujudkan bantuan pemberian benih baru untuk ditanam,” jelasnya.
Ditanya terkait estimasi kerugian yang ditanggung petani yang lahan padinya rusak, pihaknya belum bisa memastikan. Diketahui, banjir sepekan lalu merendam setidaknya 40 desa yang tersebar di 10 kecamatan. Musim tanam kedua yang baru saja dimulai untuk mengerek produksi gabah untuk swasembada pangan bisa terdampak. (luk/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko