RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - DPRD Blora meminta infrastruktur yang rusak akibat banjir terdata. Nantinya, akan dibawa sebagai bahan pembahasan rapat Perubahan APBD (P-APBD) 2025. Selain itu, juga akan diusulkan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"DPUPR harus segera mendata, titik mana yang rusak. Baik dari jembatan putus, tanah longsor, dan sebagainya segera didata, segera diusulkan, nanti segera dibahas di dalam perubahan APBD tahun ini," ujar Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto.
Politisi partai berlambang beringin tersebut mengatakan, bahwa setelah dilakukan pendataan, perbaikan infrastruktur nantinya akan dibahas pada APBD Perubahan tahun anggaran 2025. Kerusakan infrastruktur akibat banjir juga akan segera diusulkan bantuan.
Mengingat pascabanjir yang melanda 10 kecamatan di Kabupaten Blora, pihaknya bersama pemerintah daerah akan berfokus pada rekonstruksi, rehabilitasi, dan pemulihan di wilayah terdampak. "Kita fokus rekonstruksi, rehabilitasi, dan pemulihan. Namun terpenting, tidak ada korban jiwa. Lalu evakuasi hewan ternak juga berjalan aman," ujarnya.
Siswanto menegaskan, anggota dewan pada saat terjadi bencana fokus di dapil masing-masing yang terdampak banjir. "Kemarin fokus di lokasi-lokasi yang terdampak banjir, sesuai dapil maupun kecamatan masing-masing, untuk memberi bantuan dan mengumpulkan data di lapangan pasca banjir," tandasnya.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Danang mengatakan, pihaknya sudah terjun untuk melakukan pendataan. Namun, untuk jumlah pastinya belum diketahui. "Nanti koordinasi untuk data lengkapnya di BPBD," terangnya.
Selain itu, beberapa infrastruktur, jalan dan jembatan yang sudah dikantongi datanya seperti di Kradenan dan Ngawen akan diusulkan untuk dilakukan pembangunan secara bertahap.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Blora, Mulyowati saat dikonfirmasi terkait jumlah infrastruktur yang terdampak banjir secara keseluruhan belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi Radar Bojonegoro Jumat sore (23/5).
Diberitakan sebelumnya, di Kecamatan Ngawen terdapat enam jembatan rusak, dua ruas jalan longsor dan satu cekdam ambrol. Di Kecamatan Kradenan, satu jembatan pengubung desa Sumber-Mendenrejo juga rusak. (luk/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko