RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Di antara 1.048 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan 197 ASN yang dilantik pada Selasa (29/4), terdapat dua pegawai yang masa kerjanya tidak sampai satu tahun. Sebab, keduanya dilantik saat sudah menginjak usia 57 tahun. Setidaknya, tahun depan sudah pensiun.
Ia adalah Suyanto, yang kesehariannya menjadi pegawai di SMP 3 Tunjungan. Meski pengangkatan PPPK menjelang masa pensiun, dirinya merasa bersyukur bisa mengabdi untuk daerah tempat lahirnya.
’’Alhamdulillah dapat diangkat menjadi PPPK, sebagai pengelola umum,” ungkapnya. Ia mengatakan, masa kerjanya kurang dari enam bulan lagi. Suyanto mengaku akan tetap bersemangat dalam menjalankan tugas seperti yang telah dilakukannya setiap hari. ’’Saya juga akan memotivasi teman-teman lain untuk giat bekerja,” ujarnya.
Begitu juga dengan Karni, PPPK dari pengelola umum di Dinporabudpar. Saat dilantik berusia 57 tahun 3 bulan. Ia merasa bersyukur menjadi bagian dari pegawai pemkab. ’’Karena masih berkesempatan untuk diangkat menjadi PPPK,” katanya.
Bupati Blora Arief Rohman mengungkapkan, saat ini, tercatat total ASN baik PPPK dan PNS di Kabupaten Blora berjumlah 11.439 orang. Rinciannya, PNS sebanyak 5.745 orang dan PPPK sejumlah 5.694 orang.
Dengan pengangkatan dan penyerahan SK, diharapkan dapat memenuhi kekurangan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora. ’’Kami harap dapat meningkatkan level kinerja pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel,” katanya
Diketahui, SK CPNS tersebut merupakan TMT 1 April 2025 dan SK PPPK TMT 1 Maret 2025, CPNS dan PPPK Formasi Tahun 2024 ini, akan dihadapkan ke unit kerja masing-masing untuk mulai melaksanakan tugas pada 2 Mei 2024 mendatang.
Bupati Arief berpesan kepada para ASN yang telah diambil sumpah janji tersebut. mulai menjaga etika sebagai ASN, terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan menyandang status ASN, secara otomatis terikat erat dengan peraturan.
’’Implementasikan disiplin kerja yang baik di lingkungan kerja dan masyarakat,” pintanya. Arief memaparkan, saat ini pegawai pemkab dituntut inovatif dan kreatif. Karena tidak hanya pimpinan, tapi masyarakat yang akan menilai.
Pegawai yang sudah dilantik diminta untuk mencintai pekerjaannya. ’’Ketika sudah cinta terhadap pekerjaan, maka tidak akan ada lagi beban,” tambahnya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana