Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tujuh Anak Sungai di Cepu Alami Pendangkalan: Sedimentasi Tinggi dan Tumpukan Sampah Jadi Penyebab Banjir

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 17 April 2025 | 20:51 WIB
NORMALISASI: Alat berat diterjunkan untuk menormalisasi tujuh titik anak sungai di wilayah Kecamatan Cepu yang kondisinya penuh sedimentasi. (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)
NORMALISASI: Alat berat diterjunkan untuk menormalisasi tujuh titik anak sungai di wilayah Kecamatan Cepu yang kondisinya penuh sedimentasi. (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tujuh titik aliran anak sungai di Kecamatan Cepu mengalami pendangkalan. Kondisi tersebut menyebabkan air meluber ke permukiman warga saat hujan deras. Guna mengantisipasi banjir lagi, pemkab melakukan pengerukan dan pembersihan sampah yang menyumbat aliran sungai yang terhubung ke sungai Bengawan Solo tersebut.

Wakil Bupati (Wabup) Blora Sri Setyorini mengungkapkan, petugas telah diterjunkan untuk normalisasi sungai di tujuh titik wilayah Cepu. Titik paling vital dan utama di kawasan Tuk Buntung. Beberapa minggu lalu terdampak banjir saat hujan lebat melanda.

’’Ini adalah bentuk nyata dari upaya bersama dalam mengatasi permasalahan banjir yang terjadi di Cepu,'” ungkapnya. Setyorini mengungkapkan, pembersihan dan pengerukan sedimentasi pada anak sungai dilakukan lintas instansi.

Di antaranya Forkopimda, DLH, BPBD, DPUPR, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Forkopimcam Cepu, relawan dan masyarakat. Mereka bahu-membahu bersih-bersih aliran sungai.

Ia mengungkapkan, pemkab mengerahkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi atau endapan tanah yang ada di sungai tersebut. Selain itu, sampah yang menumpuk juga perlu menjadi perhatian bersama.

Pihaknya berharap, masyarakat tingkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah di aliran sungai. ’’Kami mohon agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai, karena dampaknya sangat merugikan kita semua,” ucapnya.

Guna meningkatkan kesadaran masyarakat, ia meminta Camat Cepu dan seluruh jajaran untuk aktif memberikan penyuluhan dan mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Mulyowati menyampaikan, aksi bersih-bersih sungai tersebut merupakan tindak lanjut dari banjir yang sempat merendam wilayah Tuk Buntung beberapa waktu lalu.

Pihaknya akan terus mendukung kegiatan serupa, sekaligus menggerakkan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. ’’Ini adalah aksi pertama pasca banjir. Ke depan. Ini merupakan solusi jangka pendek yang kami harapkan dapat mencegah banjir kembali terjadi,” tambahnya. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#hujan deras #cepu #banjir #Hujan #Pendangkalan #sri setyorini #bpbd #DLH #bbws #blora #anak sungai