RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tepat dua bulan pascainsiden maut proyek pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora pada 8 Februari lalu. Polres Blora pun telah dapatkan hasil laboratorium forensik (labfor) dari Polda Jateng.
Namun, pihaknya belum bisa menetapkan tersangka. Dan, kesimpulan dari pihak kepolisian belum dapat dilakukan. Kasatreskrim Polres Blora AKP Selamet menuturkan, hingga saat ini masih dalam proses meminta keterangan dari keluarga pekerja proyek pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora yang menjadi korban.
’’Belum bisa ditetapkan (tersangka). Sebab, masih periksa keluarga korban yang meninggal dan yang luka. Informasinya minggu ini baru bisa dimintai keterangan,” ujar AKP Selamet, Rabu (9/4).
Selanjutnya, terkait hasil labfor Polda Jateng, AKP Selamet mengaku sudah mendapatkannya. Namun, hanya untuk kebutuhan penyidikan lebih lanjut. ’’Hasilnya (labfor) sudah jadi dan hanya untuk komsumsi penyidikan,” katanya.
Hingga saat ini, pihaknya telah memeriksa 15 orang yang dimintai keterangan. ’’Pihak-pihak yang dimintai keterangan mencakup pekerja proyek atau saksi mata, dan dinas-dinas terkait,” tegasnya.
Perlu diketahui, insiden maut pada proyek pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora itu bermula pada niat awal mengantarkan para pekerja naik ke lantai lima pembangunan. Namun, nahas, tali sling lift crane yang digunakan putus. Sehingga, menjatuhkan 13 pekerja dari ketinggian 12 meter.
Atas insiden itu, lima nyawa pekerja melayang, tiga korban meregang nyawa di lokasi kejadian, dan dua lainya saat melakukan perawatan di rumah sakit. Sehingga, saat ini, hanya tersisa delapan korban luka ringan hingga luka berat yang masih menjalani perawatan dari rumah. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana