RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jelang malam Lebaran, Polres Blora mengimbau masyarakat tidak takbir keliling menggunakan sound horeg atau pengeras suara yang sangat keras. Larangan ini disampaikan guna menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.
Mengingat penggunaan sound system yang berlebihan sering kali mengganggu ketenangan warga serta berpotensi memicu kericuhan. Sebagai gantinya, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menyarankan agar takbir keliling dilakukan di lingkungan kampung masing-masing.
’’Jadi, besok bisa memanfaatkan alat tradisional seperti bedug atau alat musik bambu thekthek yang lebih ramah dan sesuai dengan nuansa kekhidmatan malam takbiran,” ujarnya. Menurutnya, cara ini untuk menciptakan suasana malam takbiran yang kondusif dan aman bagi seluruh masyarakat.
’’Mari kami bersama-sama membantu menciptakan suasana malam takbiran yang kondusif dan aman. Sehingga, perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan penuh khidmat dan kebahagiaan,” jelasnya.
Ia juga mengatakan, pentingnya menjaga harmoni antarwarga agar perayaan hari raya tetap berjalan lancar tanpa gangguan. ’’Apalagi banyak pemudik di Blora. Semoga yang mudik atine seneng balik ayem,” ujarnya.
Terkait sanksi, Kapolres menjelaskan, jika ditemui sound horeg yang dibunyikan saat takbir keliling, maka akan dipulangkan ke rumah masing-masing dan diarahkan menggunakan alat tradisional. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana