BLORA, Radar Bojonegoro – Realisasi retribusi pasar daerah pada 2024 hanya mencapai Rp 4,8 miliar. Berkurang sekitar Rp 1,2 miliar dari 2023. Penurunan drastis itu lantaran terjadi kebakaran Pasar Ngawen di awal 2024 lalu. Meski pendapatan turun, target retribusi dari sektor pasar daerah naik setiap tahun.
Kepala Bidang (Kabid) Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora Margo Yuwono mengatakan, target retribusi pasar tahun lalu Rp 9 miliar. Namun, hingga Desember 2024 hanya terealisasi Rp 4,8 miliar.
Jumlah tersebut turun drastis sekitar Rp 1,2 miliar. Dari data 2023 tercatat retribusi pasar sebanyak Rp 6 miliar. ’’Retribusi dalam setahun lalu Rp 4,8 miliar, belum penuhi target,” ucapnya.
Margo menjelaskan, turunnya retribusi yang didapatkan daerah karena terjadi kebakaran Pasar Ngawen. Sehingga, pedagang diberikan kelonggaran untuk tidak membayar retribusi. Dampaknya, target yang dicanangkan Rp 9 miliar tahun lalu tidak tercapai.
’’Iya, karena kebakaran itu retribusi tidak bisa maksimal,” tegasnya. Ia mengaku, setiap tahun retribusi pasar daerah terus ditingkatkan. Begitu juga untuk tahun ini, sehingga beberapa kebijakan diambil untuk meningkatkan retribusi.
Salah satunya dengan pengelolaan parkir yang menggandeng pihak ketiga. ’’Target retribusi pasar terus naik, dari Rp 9 miliar, tahun ini naik menjadi Rp 9,5 miliar,” paparnya. Saat ini, pihaknya masih mengupayakan untuk pembangunan Pasar Ngawen kepada pemerintah pusat.
Berkas pengajuan sudah diperbarui karena terdapat nomenklatur baru. Jika pembangunan disetujui, maka akan berdampak positif bagi bertambahnya retribusi yang diperoleh daerah. ’’Kami sodorkan kembali bantuan pembangunan pasar ngawen, semoga disetujui,” kata dia.
Sebelumnya, Ketua DPRD Blora Mustopa mengaku, pihaknya juga telah ikut dalam pengajuan bantuan kepada kementerian pekerjaan umum. Pihaknya berharap upaya pemkab tersebut bisa disetujui. ’’Agar Pasar Ngawen bisa dibanguun untuk para pedagang,” tambahnya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana