Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Kasus PMK di Blora Belum Melandai, Pasar Hewan Masih Tutup

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 24 Januari 2025 | 20:11 WIB
TUTUP: Pasar hewan di Blora masih tutup untuk sementara karena kasus PMK masih mengintai. Dindagkop UKM Blora masih menunggu kabar dari DP4 Blora. (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)
TUTUP: Pasar hewan di Blora masih tutup untuk sementara karena kasus PMK masih mengintai. Dindagkop UKM Blora masih menunggu kabar dari DP4 Blora. (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Penularan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi warga belum melandai. Hingga kemarin (23/1), tercatat 223 ekor sapi terpapar PMK, 51 ekor sapi di antaranya dilaporkan mati. Kondisi tersebut mengharuskan pasar hewan belum bisa dibuka untuk jual beli hewan.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora Rasmiyana mengungkapkan, sebanyak 741 ekor terpapar PMK dengan jumlah sapi sembuh sebanyak 467 ekor.

Sementara, tercatat kematian sapi bertambah, menjadi total 51 ekor sapi. Data tersebut menggambarkan kasus PMK masih meningkat. ’’Masih cenderung meningkat, meski lambat (penularannya),” ujarnya.

Rasmiyana mengungkapkan, penyebaran meningkat di Kecamatan Jepon, awalnya 75 ekor naik menjadi 105 ekor. Namun, sapi yang mati minim. Sementara, dua kecamatan masih menjadi yang terbanyak.

Yakni, Kecamatan Kunduran dan Randublatung dengan 11 ekor sapi mati. ’’Ada empat kecamatan yang nihil sapi yang terpapar PMK mati, di Kecamatan Tunjungan, Kradenan, Cepu, dan Banjarejo,” jelas dia.

Kepala Bidang (Kabid) Pasar Daerah Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora Margo Yuwono mengatakan, durasi penutupan selama dua minggu. Terhitung pada Kamis (23/1) berakhir.

Meski begitu, belum ada kebijakan untuk membuka pasar hewan. Sebab, pihaknya belum menerima rekomendasi dari DP4 untuk membuka pasar. ’’Kami masih menunggu update terbaru dari DP4, karena leading sector-nya,” katanya.

Pihaknya mengatakan, untuk memberikan rekomendasi membuka pasar, saat ini DP4 sedang mempertimbangkan luasan penyebaran PMK di kabupaten lain. Sebab, jual beli di pasar hewan juga melibatkan pedagang sapi dari luar daerah.

’’Pasar hewan tempat berkumpulnya pedagang dari beberapa daerah. Kedatangan hewan dari luar daerah juga tidak bagus (jika PMK masih merebak),” ujarnya. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Banjarejo #pasar #Sapi #pmk #dp4 blora #cepu #jepon #tunjungan #randublatung #DP4 #pasar hewan #Penyakit Mulut dan Kuku #blora #jual beli hewan #kunduran