Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Penulisan Nama Jalan Pramoedya Salah, Bupati Arief Minta Maaf

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 6 September 2024 | 18:25 WIB
SALAH TULIS: Ada kesalahan tulis pada plang Jalan Pramudya Ananta. Seharusnya, Jalan Pramoedya Ananta Toer. (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)
SALAH TULIS: Ada kesalahan tulis pada plang Jalan Pramudya Ananta. Seharusnya, Jalan Pramoedya Ananta Toer. (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)

 

BLORA, Radar Bojonegoro – Ada kesalahan penulisan nama pada plang jalan Pramoedya Ananta Toer. Pada plang tersebut tertulis Jl. Pramudya Ananta. Hal itu tentu membuat Soesilo Ananta Toer, sang adik dari sastrawan legenda itu kesal dan merasa pemerintah tak menghargai sejarah leluhur sastrawan Indonesia asal Blora.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Perlengkapan Jalan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Peny Astuti mengatakan, saat ini papan nama jalan itu memang belum bisa dipasang.

Sebab, surat keputusan (SK) jalan masih ikut Jalan Sumbawa. ’’Jalan Pramoedya Ananta Toer itu masih nama Jalan Sumbawa dan belum diresmikan. Kami masih menunggu SK dari DPUPR Blora,” ucapnya.

Ia mengakui ada kesalahan penulisan nama di papan nama tersebut. Ke depannya akan dibenarkan sesuai dengan nama asli sebelum dipasang. Tujuan papan nama jalan diperbarui juga untuk mempercantik suasana perkotaan.

’’Untuk pengadaan papan nama itu anggarannya Rp 87 juta. Jumlah papan nama yang dibuat sebanyak 30 buah. Kami letakkan di jalan-jalan besar dan pemeliharaan akan dilakukan selama enam bulan kedepan,” jelasnya.

Soesilo Ananta Toer mengaku terkejut dengan kesalahan yang ada di papan nama tersebut. Ia menambahkan, nama leluhur atau pahlawan itu harus lengkap dan benar. ’’Daerah itu kalau bisa menghargai jasa leluhurnya adalah daerah yang besar. Dikutip dari Arnold J Toynbee yang pernah mengatakan bangsa yang menghargai leluhurnya adalah bangsa yang besar,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Jalan Sumbawa itu sudah berulang-ulang berganti nama. Awal itu Jalan PET, Jalan Pasar Pari, Jalan Jagalan, Jalan Pemotongan, dan saat orde baru diubah menjadi Jalan Ambon, dan secara tiba-tiba diganti Jalan Sumbawa. ’’Kalau memang mau dipasang dan namanya salah ya ditegur saja. Biar diganti sesuai yang benar,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman meminta maaf atas kekeliruan penulisan itu. Ia akui kekeliruan itu berasal dari pihaknya dan bersiap mengganti dan segera memasang. ’’Kami meminta maaf atas kekeliruan itu. Kami segera perbaiki,” jelasnya.

Menurutnya, perlu ada bimbingan dari pihak-pihak akademisi seperti guru bahasa Jawa. ’’Nanti kami juga perbaiki ejaannya yang aksara Jawa. Ini penting. Segera kami perbaiki dan kami pasang nanti,” ujarnya. (hul/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#dinrumkimhub blora #bupati #Kabid #sumbawa #jalan #salah #nama #Surat Keputusan (SK) #Penulisan #blora #DPUPR