Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Laskar Blora: Pemecahan Paket Pemeliharaan RTH Alun-Alun Tak Efisien

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 27 Agustus 2024 | 19:14 WIB
PEMELIHARAAN: Alun-Alun Blora hendak dilakukan pemeliharaan dengan menelan anggaran senilai Rp 548 juta. (LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)
PEMELIHARAAN: Alun-Alun Blora hendak dilakukan pemeliharaan dengan menelan anggaran senilai Rp 548 juta. (LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Pemecahan anggaran proyek pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH) di Alun-Alun Blora dipertanyakan Lingkar Studi Kerakyatan (Laskar) Blora. Adanya pemecahan anggaran tersebut diklaim tak efisien.

Sebab, lokasi pemeliharaan RTH berdekatan. ’’Kami ingin pertanyakan kenapa proyek RTH alun-alun dipecah menjadi dua, padahal lokasinya berdekatan,” ungkap Koordinator Laskar Blora Arifai.

Pertama, paket pekerjaan pemeliharaan RTH alun-alun senilai Rp 548 juta dengan sistem lelang. Sedangkan, paket pekerjaan pemeliharaan RTH Taman Mustika bernilai Rp 137 juta dengan sistem penunjukan langsung (PL).

Pemecahan tersebut dinilai adanya indikasi bagi-bagi proyek. Mengingat berdasar data dari laman layanan pengadaan sistem elektronik (LPSE) Blora, kedua paket tersebut dimenangkan satu kontraktor yang sama. Yakni, CV Sekar Kencana asal Kabupaten Kudus.

’’Kami ingin tahu alasan pemecahan anggaran ini, karena tidak efisien,” jelasnya. Pihaknya meminta agar pemerintah dalam hal ini DLH bisa lebih efisien dalam mengelola anggaran.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora Ary Suhartono mengaku memang sebagai pengguna anggaran.

Namun, tidak mempunyai kewenangan perihal pengadaan tersebut. Pihaknya mengarahkan kepada Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di Setda. ’’Lebih jelasnya nanti konfirmasi di PBJ,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa Setda Blora Widyaningsih saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bojonegoro perihal pemecahan paket itu melalui sambungan telepon belum memberikan respons. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#anggaran proyek #Kabid #Alun Alun Blora #kewenangan #pengadaan barang jasa #Laskar #Kerusakan Lingkungan #Pemeliharaan