BLORA, Radar Bojonegoro - Miris, plafon di gedung SDN Sendanggayam turut Kecamatan Banjarejo ambrol pada awal Agustus lalu. Tepatnya, di ruang guru. Kondisi itu mengakibatkan ruangan berantakan hingga merusak fasilitas di dalamnya.
Diketahui, SD tersebut belum diusulkan melalui dana alokasi khusus (DAK) 2024. Dinas Pendidikan (Disdik) Blora akui bakal perbaiki dengan dana alokasi umum (DAU) 2025. Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasana Disdik Blora Sandy Tresna Hadi mengatakan, untuk SDN Sendanggayam belum diajukan DAK.
Ia berharap pihaknya nanti di 2025 bisa membangun lewat DAU. ’’DAK-nya di tengah jalan belum bisa dimasukkan. Selama ini belum ada menggunakan skema darurat karena belum ada regulasi atau anggarannya. Jadi, kalau ada yang rusak kami kosongkan dulu. Di SD itu ruang guru ambrol dan saat kami cek lokasi ada tiga ruang kelas perlu perbaikan,” terangnya, Rabu (21/8).
Ia juga mencontohkan salah satu SDN yang proses penanganan kerusakannya agak lama. Yaitu, SDN Sambongrejo 2 yang saat itu harus menunggu 1,5 tahun. ’’Dari APBD paling cepat di perubahan. Bila rusak parah kami akan push di perubahan (P-APBD). Harus difilter dulu, karena APBD terbatas. paling aman membangun di 2025,” terangnya.
Sementara itu, Kepala SDN Sendanggayam Agus Sucipto mengatakan, ambrolnya plafon di ruang guru disebabkan karena kondisinya sudah lapuk. Menurutnya, bangunan ruang sekolah SDN Sendanggayam memang sudah lama.
Karena tak mendapatkan bantuan perbaikan. ’’Meski tidak ada korban, tetapi kondisi ruangan berantakan. Beberapa ruang kelas juga sudah rusak,” tuturnya. Yang paling parah menurutnya bangunan kelas 5.
Sebab, kondisi temboknya retak. Sehingga membuat para guru dan siswa kadang was-was. ’’Ini memang tekstur tanah di lokasi merupakan tanah bergerak. Jika musim kemarau mengalami retak-retak dan mengakibatkan bangunan ikut retak,” ucapnya. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana