Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

PDIP Blora Tolak Calon Tunggal dalam Pilkada Blora 2024, Ingin Jalin Koalisi dengan PPP

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 15 Agustus 2024 | 19:52 WIB

 

Kami akan mencalonkan kader PDIP sendiri dan kami kolaborasikan dengan partai pengusung lainnya sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati.
Kami akan mencalonkan kader PDIP sendiri dan kami kolaborasikan dengan partai pengusung lainnya sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati.

 

BLORA, Radar Bojonegoro - PDIP Blora ingin bentuk koalisi baru, dengan menggandeng partai yang belum bergabung koalisi petahana. Yakni, PPP. Hal itu sebagai bentuk penolakan calon tunggal di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Blora 2024.

Mesin partai mulai digerakkan dengan membentuk tim pemenangan di perhelatan lima tahunan di Blora. ’’Kami akan mencalonkan kader PDIP sendiri dan kami kolaborasikan dengan partai pengusung lainnya sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Blora HM Dasum.

Dasum mengungkapkan, kolisi yang akan dibentuk tersebut bakal menggandeng partai yang belum masuk ke gerbong koalisi petahana. Salah satunya PPP, yang tahun ini mendapat tiga kursi di legislatif. Tentu calon yang diusung harus dekat dengan masyarakat.

’’Kami terus berusaha membangun komunikasi dengan partai lainnya,” tandasnya. Politikus asal Kecamatan Kedungtuban itu mengaku, saat ini telah menggerakan mesin politik. Perolehan kursi DPRD terbanyak kedua tahun ini menjadi modal memenangkan pilkada.

Kader-kader internal partai segera diturunkan ke bawah untuk komunikasi dengan masyarakat. Selain itu, akan membentuk tim pemenangan bupati dan wakil bupati. ’’Kami persiapkan terlebih dahulu. Tujuan dari pencalonan ini untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blora ke depan,” katanya.

Meski survei menampilkan petahana masih mempunyai rating tinggi di masyarakat, PDIP tetap optimistis dan akan mencalonkan bacawabup sendiri dari kader partai. Pihaknya tidak ingin demokrasi hanya muncul calon tunggal.

Terkait keinginan PDIP membangun komunikasi dan berkoalisi, Ketua DPC PPP Blora Ahmad Faisol mengaku belum ada komunikasi intensif dari PDIP kepada partai berlambang kakbah tersebut. ’’Kami belum bertemu, komunikasi juga belum,” katanya.

Ketua Panitia Pilkada PPP Blora Achlif Nugroho Widi Utomo menambahkan, secara kepartaian belum ada kunjungan antarpartai. Baik DPC PPP ke PDIP maupun sebaliknya. ’’Arah koalisi masih menunggu intruksi dari DPP,” katanya.

Terkait isu pencalonan politikus PPP Abu Nafi di Pilkada Blora 2024, pihaknya membenarkan jika banner-banner sudah bertebaran di desa-desa. ’’Banner beliau sudah banyak tersebar di seluruh desa se-Kabupaten Blora dengan tulisan “Mohon Do'a Restu”,” pungkasnya. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kecamatan #DPRD #Tolak #bupati #DPC #calon #pilkada #ppp #Wakilbupati #blora #pdip #dpp