BLORA, Radar Bojonegoro – Proses belajar mengajar di SDN Sendagggayam, Kecamatan Banjarejo Selasa (6/8) terganggu. Siswa dan guru was-was karena khawatir terjadi ambrolnya plafon susulan.
Selain itu, karena kondisi bangunan di ruangan lain juga mengkhawatirkan, karena tembok sudah mulai retak.
Butuh perhatian serius dari Dinas Pendidikan (Disdik) Blora agar siswa dan guru tenang, sehingga proses belajar mengajar kembali normal.
Menurut Kepala Sekolah SDN Sendanggayam Agus Sucipto, plafon ruang guru ambrol terjadi pada Sabtu (3/8) pukul 23.00. Peristiwa tersebut mengakibatkan ruangan berantakan sehingga merusak fasilitas di dalamnya.
‘’Karena saat kejadian malam, tak ada aktivitas di sekolah,’’ ungkapnya.
Setelah kejadian itu, mulai senin hingga Selasa (6/8) siswa dan guru gotong royong. Membersihkan sisa-sisa reruntuhan agar bisa segera digunakan. Sebab ruangan tersebut penting karena menjadi ruangan guru.
‘’Anak-anak kami libatkan bersih-bersih agar ruangan bisa segera dipakai,’’ tuturnya.
Sucipto menduga ambrolnya plafon di ruang guru itu disebabkan karena kondisi bangunan yang sudah lapuk karena usia. Selain itu, tekstur tanah di lokasi merupakan tanah bergerak.
Jika musim kemarau mengalami retak-retak yang berdampak pada bangunan sekolah.
Pihaknya mengaku belum mendapatkan bantuan perbaikan, sehingga masih was-was jika terjadi hal serupa di ruangan lain. Sebab, beberapa ruang juga alami kerusakan.
Paling parah bangunan kelas 5 dengan kondisi temboknya retak. ‘’Membuat para guru dan siswa kadang was-was,’’ terangnya.
Sementara, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Blora Sandy Tresna Hadi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon Selasa (6/8) belum memberikan jawaban. (luk/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana