Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Enam Bulan, Enam Nyawa Ibu Area Blora Melayang di Masa Kehamilan

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 26 Juli 2024 | 21:00 WIB
Sebulan, Dua Ibu Hamil Meninggal
Sebulan, Dua Ibu Hamil Meninggal

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Angka kematian ibu (AKI) di Blora naik akhir tahun lalu. Sementara, hingga pertengahan tahun ini sudah terdeteksi enam ibu meninggal dunia. Risiko kematian ibu itu bisa dipicu karena hamil saat usia masih di bawah umur dan menginjak 35 tahun. Selain itu, penyakit bawaan hingga pre-eklamsia berat.

Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora Eny Kunarti mengatakan, tren angka kematian ibu meningkat. Dari data 2022 terdapat 10 kasus, pada 2023 bertambah jadi 13 kasus ibu meninggal. Sementara, hingga Juni lalu terdapat 6 kasus.

’’Dari setahun lalu angka kematian ibu bertambah,” bebernya. Ia memaparkan, enam kasus kematian ibu itu terjadi karena pre-eklamsia berat disebabkan riwayat hipertensi dari ibu hamil, jumlahnya dua orang.

Kemudian empat lainnya karena penyakit penyerta. Yakni, penyakit jantung, HIV, gagal ginjal, dan emboli paru. ’’Untuk hipertensi, kami sedini mungkin melakukan skrining,” ujarnya.

Menurutnya, pencegahan bisa dilakukan dengan menggencarkan skrining pada ibu hamil. Mengecek kondisi ibu yang sedang mengandung. Jika ditemukan lebih dini, maka kemungkinan besar kematian ibu bisa diantisipasi.

Pihaknya memaparkan, faktor kematian ibu bisa terjadi karena usia ibu saat mengandung bayi. Ibu dengan usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun lebih berisiko. Sehingga butuh pencegahan dan edukasi yang diberikan kepada keluarga.

’’Skrining layak hamil, kalau memang dia tidak layak harus melakukan KB dahulu,” ucapnya. Ia mengatakan, kasus kematian ibu yang terjadi di Blora terjadi saat hamil, bersalin dan nifas. ’’Ada juga (yang meninggal) di masa nifas. Bayinya selamat,” katanya.

Ketua Komisi B DPRD Blora Labib Hilmy mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian ekstra bagi pemangku kebijakan OPD terkait kematian ibu. Ada beberapa permasalah yang menjadi penyebab angka kematian ibu yang naik.

’’Masalah ekonomi juga menjadi perhatian, karena kematian ini disebabkan ada penyakit yang kronis atau faktor yang lain,” jelasnya. Ia menambahkan, butuh edukasi yang dilakukan lintas sektor.

Pentingnya mempersiapkan diri ketika sudah memasuki masa-masa melahirkan dan masa setelah melahirkan, demi ibu dan anak yang melahirkan. ’’Mestinya ini menjadi pekerjaan bersama-sama, bagaimana bisa mengajak tokoh masyarakat dan agama pentingnya menjaga diri menjaga keberlangsungan hidup ketika berumah tangga,” katanya. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#DPRD #dinkes #aki #ibu meninggal #melahirkan #blora #ibu mengandung