Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pria Cepu Diduga Dibunuh di Bekasi, Marijah Minta Polisi Tangkap Pembunuh Suaminya

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 19 Juli 2024 | 21:00 WIB

 

RUMAH DUKA: Marijah (tengah) tampak diselimuti kesedihan menanti jenazah suami tercintanya yang diperkirakan tiba di rumah duka pagi ini (19/7).
RUMAH DUKA: Marijah (tengah) tampak diselimuti kesedihan menanti jenazah suami tercintanya yang diperkirakan tiba di rumah duka pagi ini (19/7).

 

CEPU, Radar Bojonegoro - Wariyanto ditemukan tidak bernyawa secara tidak wajar. Jasad pria 52 tahun itu mengapung di saluran penampungan air belakang kantor Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi pada Rabu lalu (17/7).

Saat ditemukan, kedua kaki dan tangan terikat tali rafia serta kepala terbungkus karung. Pihak keluarga pun meminta polisi agar segera menangkap pembunuh pria asal Desa Cabean, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora tersebut.

’’Saya kaget saat dikabari bahwa suami saya meninggal, ditemukan di belakang kantor tempat kerjanya,” ujar Marijah, 50, suami Wariyanto, dengan mata masih sembab. Padahal, pada Senin lalu (15/7), ia masih sempat berkomunikasi melalui sambungan telepon.

Ia tak menyangka, komunikasi itu menjadi pembicaraan terakhir dirinya dengan Wariyanto. ’’Sempat telepon (15/7), biasa cerita masalah kerjaan. tidak ada (kalau dia sedang ada masalah atau diancam),” ungkapnya.

Jenazah Wariyanto rencana akan dikebumikan di Desa Cabean. Jenazah diantarkan kamis (18/7) dan akan tiba di rumah duka pagi ini (19/7). Marijah mengungkapkan, tidak ada gelagat komunikasi mencurigakan. Terlebih suaminya tipikal orang pendiam.

’’Pada 28 Juni kemarin sempat pulang dan kembali lagi tanggal 30 Juni, sering komunikasi tiap malam, tidak cerita masalah apa-apa,” terangnya. Suaminya bekerja di TPST Bantargebang sejak 2017 lalu, sebagai pegawai outsourcing dari pihak ketiga yang dipekerjakan sebagai tukang kebersihan.

Wariyanto pulang ke rumah di Desa Cabean setiap dua bulan sekali. Marijah mengaku telah dimintai keterangan oleh Polres Blora, mengenai komunikasi terakhir dan data-data lainnya. Ia berharap polisi bisa menemukan pelaku dugaan pembunuhan suaminya.

’’Harapan saya, pembunuhnya bisa segera tertangkap dan dihukum seberat-beratnya,” ujarnya sambil menahan emosi. Wariyanto sebagai tulang punggung keluarga meninggalkan istri dan dua anak,

Anak pertama berusia 23 tahun dan belum bekerja. Sementara, anak kedua sedang menempuh pendidikan MTs di Pondok Pesantren Al Hadi turut Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Dusun (Kasun) Desa Cabean Toha Mahsun mengatakan, kali pertama mendapat kabar dari bhabinkantibmas. Kemudian, petugas Polres Blora diajak ke rumah keluarga untuk mendapat keterangan pada Rabu (17/7).

Ia juga berharap pelaku dugaan pembunuhan bisa ditangkap. ’’Agar bisa klir dan untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan,” katanya. (luk/bgs)

 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kecamatan #jasad #Desa #Polres #cepu #kabupaten #tpst bantargebang #Pembunuhan #Cabean #blora #bekasi