Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

530 SD Tidak Penuhi Rombel PPDB: Akibat Orang Tua Siswa Lebih Memilih Sekolah Swasta

Hakam Alghivari • Senin, 10 Juni 2024 | 21:30 WIB
ILUSTRASI PPDB (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
ILUSTRASI PPDB (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

BLORA, Radar Bojonegoro - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat sekolah dasar (SD) telah ditutup. Namun, hanya 42 sekolah yang berhasil memenuhi kuota rombongan belajar (rombel). Sebanyak 530 sekolah tidak mampu memenuhinya. Kondisi tersebut ditengarai karena orang tua siswa lebih

memilih sekolah swasta. “Di Blora terdapat 572 SDN. Sebagian besar tidak memenuhi kuota rombe. Yaitu sebanyak 530 sekolah,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Blora Nuril Huda Minggu (9/6).

Nuril Menjelaskan , merujuk standar PPDB, satu rombel seharusnya berisi 28 siswa. Sementara masih ada SD yang tak mampu memenuhi jumlah yang ditentukan.

Banyak faktor yang menye babkan kondisi itu. Sa lah satunya minat orang tua untuk menyekolahkan anak nya di swasta seperti pon dok pesantren dan mad rasah ibtidaiyah (MI) cu kup banyak. “Terlebih jika orang tua merupakan alumni pondok tersebut,” katanya.

Rata-rata kurangnya rombel pada PPDB SD terjadi di wilayah pinggiran. Hal itu disebabkan terbatasnya jumlah penduduk. Sehingga berdampak pada minimnya jumlah siswa. “Beberapa wilayah pinggiran itu anak-anaknya hanya itu, gak bisa ditambah lagi,” terangnya.

Disdik bakal melakukan evaluasi agar rombel pada PPDB tahun mendatang bisa terpenuhi. Salah satunya dengan menyajikan program sekolah sisan ngaji (SSN) dan penambahan fasilitas SD dan SDM Guru. “Program SSN ini kan sedang berjalan. Salah satu

niatnya untuk menarik minat peserta didik sekolah di SD. Akan menjadi bahan evaluasi pada PPDB mendatang,” katanya.

Meski sejumlah SD tidak memenuhi rombel, kegiatan belajar mengajar harus tetap dijalankan. Begitu juga di daerah-daerah terpencil yang keterbatasan jumlah peserta didik baru.

“Kegiatan belajar mengajar harus tetap dilakukan oleh sekolah,” ucapnya.

Kalangan legislatif Blora be lum menangani minimnya jumlah anak yang daftar di SD. Ketua Komisi D DPRD Blora Labib Hilmy saat dikonfirmasi terkait pagu PPDB yang belum ter penuhi belum memberikan jawaban Minggu (9/6). (luk/zim)

Editor : Hakam Alghivari
#Sekolah Dasar (SD) #rombongan belajar #sekolah swasta #ppdb #blora #Tingkat SD