BLORA, Radar Bojonegoro – Caleg terpilih PDI Perjuangan dapil 5 Indra Eko Sulistyono membantah adanya pengunduran diri. Dia merasa sama sekali tidak membuat surat pengunduran diri. Namun, hal itu dibantah DPC PDI Perjuangan Blora.
‘’Saya tidak mundur, tapi diundurkan. Tidak mengundurkan diri. Wong saya maju nyaleg saja nekat mundur dari kades. Logikanya gini, setelah terpilih dengan suara terbanyak, ditetapkan terpilih, terus aku mundur. Coba dilogika. Masuk akal Caleg PDIP Terpilih Merasa Tidak Mengundurkan Diri ndak?,’’ ucapnya.
Baca Juga: Camat Sambong Terancam Sanksi Berat
Pria yang akrab disama Yong itu memperoleh suara terbanyak di dapilnya. Yakni, 4.801 suara. Suara itu diperolehnya dengan perjuangan keras selama masa kampanye. Dan, ketika ditetapkan menjadi caleg terpilih dengan suara terbanyak kemudian ada surat pengunduran diri.
‘’Lho saya waras mas, ora bento e mas, kok dadi mundur kan aneh,’’ ucap pria usia 53 tahun itu. Yong menceritakan, surat pengunduran diri itu dibuat sebelum pencalonan sebagai anggota DPRD Blora. Bahkan, jauh sebelum pemilihan. Yong tidak merasa membuat surat itu.
Baca Juga: Penyusunan Masterplan Konektivitas Bandara Ngloram Mandek
’’Kalau surat dibikin sebelum pencalonan, masak saya sebelum nyalon mundur dulu. Lucu nggak mas? Saya mundur jadi kades, mau nyalon terus tandatangan mundur. Dan terpilih, kok disuruh mundur. Kalau gitu dari awal kan mundur saja. Tapi saya tidak merasa mundur,’’ jelasnya.
Yang akan menempuh jalur. Dia akan memperjuangan suara yang diperolehnya saat pileg.
Ketua DPC PDIP Blora M Dasum membantah pernyataan Yong yang menyatakan bahwa dirinya tidak merasa membuat surat pengunduran diri. Sebab, Yong membuat pernyataan mengundurkan diri itu disaksikan banyak orang. ‘’Itu semua melalui proses yang panjang, bertahun-tahun, tidak tiba-tiba. Tidak merasa tanda tangan itu tidak benar, banyak yang menyaksikan,’’ jelasnya.
Dasum mengatakan surat pengunduran diri dibuat sendiri oleh Yong dan tidak ada paksaan. Semua itu atas kesadaran sendiri. ‘’Atas kesadaran sendiri, dan tidak ada paksaan,’’ ucapnya. (hul/zim)
Editor : Hakam Alghivari