Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Diduga Bersenpi, Perampok Gasak Empat Ons Emas di Desa Wado, Kerugian Ditaksir Rp 150 Juta

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 17 April 2024 | 21:00 WIB
PERAMPOKAN: Tim Satreskrim Polres Blora telah pasang garis polisi dan lakukan olah TKP di lokasi perampokan toko emas “Murni” di Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban kemarin (16/4). (IST/RADAR BOJONEGORO)
PERAMPOKAN: Tim Satreskrim Polres Blora telah pasang garis polisi dan lakukan olah TKP di lokasi perampokan toko emas “Murni” di Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban kemarin (16/4). (IST/RADAR BOJONEGORO)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Perampokan toko emas “Murni” di Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban kemarin siang (16/4) masih diselidiki polisi. Diduga perampok melancarkan aksi nya menggunakan senjata api (senpi). Perampok berhasil menggasak empat ons emas. Ditaksir ke rugian mencapai Rp 150 juta.

Kasatreskrim Polres Blora AKP Selamet mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus tersebut. Tim Polres Blora diterjunkan untuk menyisir tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, hingga melakukan pengecekan rekaman video closed- circuit television (CCTV).

’’Ini korban sedang kami mintai keterangan di mapolres. Petugas sudah kami terjunkan, pengecekan CCTV di sekitar TKP,” ungkapnya. Diketahui, pelaku melancarkan aksinya pada siang bolong, sekitar pukul 11.30 WIB kemarin, di Toko Emas “Murni” milik Haji Takim.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku berjumlah dua orang dan mengendarai sepeda motor matic, lalu kabur ke arah utara. Kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta.

Selamet, mengaku belum bisa memastikan pelaku merupakan sindikat perampok yang sama dengan kejadian perampokan toko emas di Cepu pada 15 Agustus 2023 lalu. ’’Belum bisa memastikan, tunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Ngapiyah salah satu warga sekitar mengaku, pada saat kejadian warga sempat melemparkan batu ke arah pelaku. Namun, pelaku berhasil kabur ke arah utara dengan mengendarai motor. ’’Warga yang tahu sempat melemparkan batu ke arah pelaku yang kabur,” ujarnya.

Ilustrasi Kasus Perampokan Emas di Blora (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi Kasus Perampokan Emas di Blora (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

Perlu diketahui, aksi pe rampokan toko emas “Sahabatku” di Kecamatan Cepu tahun lalu juga belum terungkap. Kasus yang kini ditangani Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Jawa Tengah (Jateng) itu masih belum menangkap dua pelaku perampokan. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#jatanras #murni #toko emas #kedungtuban #rampok #perampokan #CCTV #senjata api #blora #jateng #Emas #Polres Blora