BLORA, Radar Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2024 di Gedung PEM Akamigas. Kamis (28/3). Dalam pelaksanaannya, Musrenbang tersebut memaparkan dua rencana pembangunan.
Yaitu, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora Mahbub Djunaidi melalui Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi (Rendalev) Hajar Ahmad Chusaini mengatakan, dalam rencana pembangunan tersebut telah memuat masukan dari berbagai pihak.
Salah satunya, dari usulan masyarakat. ’’Kami sudah melakukan konsultasi publik pada Januari lalu untuk RKPD 2025. Juga dari musrenbang kecamatan, usulan OPD, kelompok rentan, dan lainnya,” terangnya. Menurutnya, usulan-usulan masyarakat terkait rencana pembangunan Blora masih didominasi infrastruktur.
Karena itu, RKPD Blora membahas terkait arah kebijakan pemerintah setempat dan memaparkan capaian kerja OPD selama dua tahun ke belakang. ’’Tema pembangunan 2025 ini yaitu penguatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat didukung pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya.
’’Untuk arah kebijakannya yaitu penguatan ekonomi, pemantapan kualitas SDM, penguatan stabilitas wilayah, pemerataan infrastruktur perkotaan, dan pengembangan tata kelola pemerintahan yang responsif,” imbuhnya.
Selanjutnya, terkait RPJPD 20 tahun ke depan, rencana pembangunan tersebut telah menitik target sesuai dengan arahan pusat. Hanya, memberikan ciri khas kedaerahan yang ditawarkan pada pemaparan RPJPD Blora 2025-2045 itu.
Yaitu, terkait Wanatani atau Agroforestry dan kebudayaan. ’’Jadi, tema RPJPD kami yaitu Blora Penumpu Industri dan Wanatani Nasional, Maju, Unggul, Berkelanjutan, dan Berbudaya. Karena potensi atau kekhasan kami adalah kekayaan hutan dan pertanian yang melimpah. Ditambah peternakannya. Selain itu, juga sosial budaya yang beragam,” ucapnya.
Menurutnya, syarat negara maju harus menjadi negara industrial. Namun, dengan memanfaatkan cara wanatani yang didukung sumber kekayaan alam Blora.
’’Sasaran visinya nanti hilirisasi. Jadi, hasil produk wanatani itu tak hanya sebagai bahan konsumsi. Tapi, juga diolah menjadi rantai pasok bahan baku. Cita-cita kami seperti itu dan menjadi penyokong pangan dari hasil hutan, pertanian, peternakan untuk negara,” jelasnya. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana