Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Terasa Dua Kali Guncangan di Blora, Warga Berhamburan: Keramik Retak, Plafon Hampir Ambrol

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 23 Maret 2024 | 21:31 WIB
GEMPA BUMI: Usai terjadi dua kali guncangan gempa bumi, plafon gedung kantor PWI Blora hampir ambrol kemarin siang (22/3). (IST/RADAR BLORA)
GEMPA BUMI: Usai terjadi dua kali guncangan gempa bumi, plafon gedung kantor PWI Blora hampir ambrol kemarin siang (22/3). (IST/RADAR BLORA)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Tercatat dua kali guncangan gempa bumi dirasakan warga wilayah Blora kemarin siang (22/3). Getaran begitu kuat hingga semua wilayah Blora mengakibatkan warga berhamburan keluar karena kaget dan panik. Adapun titik gempanya di Laut Jawa, tepatnya di sisi timur laut Tuban.

Eli Yulianto salah satu warga Blora mengaku saat terjadi gempa dirinya bersama kawan seprofesinya berhamburan keluar gedung kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Blora. Getaran dirasakan terjadi sekitar 20 detik membuat kaca bergetar.

Ada keretakan keramik lantai, juga plafon hampir ambrol. ’’Tadi sempat panik, kami lari keluar semua. Karena gedung terasa bergoyang-goyang,” ungkapnya.

Lilik Yuliantoro juga merasakan hal serupa, merasakan goyangan. Pada saat itu, dirinya pun sedang bekerja, guncangannya begitu terasa. Sehingga, dirinya juga memutuskan keluar dari gedung.

Operator Pengendalian Operasi (Dalops) Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Agung Tri memaparkan, dampak gempa bumi di wilayah Tuban dirasakan semua wilayah Blora.

Tercatat dua kali guncangan. Pertama, pada pukul 11.22 WIB, gempa magnitudo 6,0. Gempa kedua, pada pukul 12.37 WIB Magnitudo 5,3. ’’Seluruh Blora terasa, kalau di Tuban ada sebelas kali getaran, di Blora terasa dua kali,” terangnya kemarin siang.

Agung menjelaskan, tidak ada kerusakan parah dan korban jiiwa. Sementara, terkait potensi gempa susulan, pihaknya tidak bisa memastikan. Hanya saja pihaknya mengimbau agar tetap waspada di mana pun berada.

Terkait aktivitas lempeng atau sesar di wilayah Blora, pihaknya pastikan tidak berdampak. ’’Berbeda dengan gempa sebelumnya. Kalau ini aktivitas sesarnya berada di wilayah Tuban,” katanya.

Sebelumnya, pada Rabu (20/3) di Desa Palon, Kecamatan Jepon terjadi gempa dengan Magnitido 2,8. Pada saat itu, sebagian besar wilayah Blora tidak meraskaan gempa.

Sementara itu, dari informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 11.22 WIB dengan lokasi 5.74' LS,112.32' BT atau 132 kilometer timur laut Tuban, Jawa Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Disebutkan gempa itu berasa hingga Jepara, Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang, dan Yogyakarta. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#gempa #gempa bumi #jepon #lempeng #tuban #TRC #bpbd #BMKG #blora