Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

DPUPR Kabupaten Blora Pasang Terpal di Sepanjang Longsoran Panolan dan Gadon, Ajukan Usulan Perbaikan Rp 30 Miliar

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 21 Maret 2024 | 18:08 WIB
DARURAT: DPUPR Blora mengantisipasi longsor susulan dengan memasang terpal di sepanjang longsoran di Desa Panolan dan Gadon.
DARURAT: DPUPR Blora mengantisipasi longsor susulan dengan memasang terpal di sepanjang longsoran di Desa Panolan dan Gadon.

BLORA, Radar Bojonegoro - Tanah longsor yang memutus akses Jalan Desa Gadon dan Desa Panolan turut wilayah selatan Blora akhirnya tertangani. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat lakukan penanganan darurat bencana dua titik tersebut.

Pihak DPUPR Blora membentangkan terpal di sepanjang tebing sungai yang tampak terkikis. Tujuannya, guna antisipasi awal agar tak terjadi longsor lanjutan karena curah hujan masih tinggi. Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Blora Surat mengatakan, upaya tersebut dilakukan oleh pihaknya karena kondisi tanah atau tebing sungai memang sudah parah.

Juga statusnya darurat dan sembari menunggu bantuan yang telah diusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. ’’Ini sebagai penanganan awal terlebih dahulu yang sangat mendesak sebelum dilakukan penanganan lanjutan secara permanen,’’ jelasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, Rabu (20/3).

Menurutnya, penanganan darurat tersebut untuk melindungi tebing longsor dari resapan air permukaan agar tidak langsung meresap di dinding tanah yang longsor. Sehingga, kerusakan lebih lanjut yang lebih parah bisa dikurangi.

’’Selain itu, sebagai perlindungan tebing tanah dari air hujan agar tidak langsung jatuh masuk ke dalam tanah yang mengalami longsor. Supaya kondisi tebing tanggul sungai tetap stabil dan tidak mudah longsor lagi,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya telah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk penanganan longsoran sungai Bengawan Solo pada ruas Jalan Ngloram-Gadon dan Desa Panolan Kecamatan Kedungtuban.

’’Melalui proposal dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Blora, titik Ngloram-Gadon kami usulkan Rp 17,5 miliar. Untuk penanganan longsoran sungai Bengawan Solo di Desa Panolan Kecamatan Kedungtuban sekitar Rp 12,5 miliar. Jadi, total sekitar Rp 30 miliar,” tegasnya.

Perlu diketahui, longsor pertama terjadi di Desa Panolan, Kecamatan Kedungtuban sepanjang 30 meter, lebar 7 meter, dan tinggi 8 meter pada Selasa (12/3). Kemudian, longsor kedua terjadi di Desa Gadon, Kecamatan Cepu sepanjang 70 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 10 meter. (hul/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Pemkab #longsor #Kabid #bengawan solo #blora #DPUPR