BLORA, Radar Bojonegoro - Kompetisi Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD Blora 2024-2029 telah nampak siapa pemenangnya usai rampung rekapitulasi suara tingkat Kabupaten. Sesuai prediksi awal, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapat suara terbanyak.
Euforia tersebut dirasakan Bupati Blora, Arief Rohman. Menurutnya, ada strategi jitu partai yang dimotorinya itu.Orang nomor satu di Blora itu mengungkap, strategi jitu dalam memenangkan pada kontestasi Pemilu 2024 itu.
Menurutnya, akar rumput partainya menjadi salah satu faktor kuat menggeser PDIP yang menjadi pemenang Pileg periode lalu. ’’Strateginya, banyak caleg (calon legislatif) punya basis kuat. Tentu dari sinergisitas dan kekompakannya,” ungkap Arief yang juga Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, Sabtu sore lalu (2/3).
Ia juga mengatakan, berdasar data dihimpun PKB diprediksi mendapat 11 kursi dari 45 kursi DPRD Blora. Di Blora sendiri terbagi lima daerah pemilihan (dapil). Partai bergambar jagat ini memperoleh 141.870 suara.
’’Sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah, saya memberikan apresiasi dan selamat untuk PKB Blora. Dalam sejarah pemilu diadakan, untuk kali pertamanya menorehkan sejarah bakal menjadi ketua DPRD,” ucapnya.
Menurutnya, setelah merinci perolehan PKB dari lima dapil tersebut, di dapil 1 mendapat 3 kursi, dapil 2 dapat 2 kursi, dapil 3 dapat 1 kursi, dapil 4 dapat 3 kursi, dan dapil 5 dapat 2 kursi. Terlebih, politisi dari kalangan santri juga banyak mendapat dukungan dari pondok-pondok di wilayah Blora.
Selain dukungan dari berbagai kalangan, caleg yang bertarung juga memiliki basis kuat dan bisa dikatakan petarung politik. Sehingga, mampu mendongkrak dari semula 8 kursi bertambah 3 kursi menjadi 11 kursi DPRD. ’’Gus-gus (sebutan anak kiai) yang lolos empat orang. Incumbent (petahana) juga banyak yang lolos,” ungkapnya.
Pihaknya juga masih menunggu pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora. Bupati Arief yang juga politikus PKB ini mengungkapkan, berdasar data terhimpun, prediksi perolehan suara dan kursi DPRD Kabupaten Blora pada Pemilu 2024 bakal diisi 10 partai politk (parpol).
Di antaranya PKB mendapat 11 kursi dengan 141.870 suara, PDIP mendapat 8 kursi dengan 103.585 suara, Partai Golkar mendapat 5 kursi dengan 61.430 suara, Partai Gerindra mendapat 5 kursi dengan 57.634 suara, dan Partai NasDem mendapat 5 kursi dengan 56.357 suara.
Lalu, Partai Demokrat mendapat 3 kursi dengan 37.955 suara, PPP mendapat 3 kursi dengan 34.930 suara, PKS mendapat 3 kursi dengan 32.631 suara, Partai Perindo mendapat 1 kursi dengan 8.841 suara, dan Partai Hanura mendapat 1 kursi dengan 7.384 suara. (hul/bgs)
Baca Juga: PKB Diprediksi Bakal Raih Sebelas Kursi DPRD Blora
Partisipasi pemilih pada pemilu tahun ini meningkat dibanding 2019 lalu. Namun, bertambahnya partisipasi pemilih belum mampu mendongkrak suara enam parpol merebut kursi DPRD Blora, termasuk partai pendatang baru. Parpol inkumben masih moncer dengan dinamika pergeseran kursinya.
Ketua KPU Blora Widi Nurintan Ari Kurnianto mengatakan, hasil perhitungan pada Pileg 2024 terdapat sepuluh parpol yang menancapkan kadernya di kursi DPRD Blora. Selain itu, terdapat kenaikan persentase pemilih dalam perhelatan Pemilu 2024 di Blora.
’’Tingkat partisipasi pemilih mencapai 83 persen, meningkat dibanding pemilu 2019,” ucapnya. Widi menyampaikan, pihaknya telah menyampaikan D hasil rekapitulasi KPU Blora kepada KPU Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (2/3).
DPRD Blora, termasuk partai pendatang baru. Parpol inkumben masih moncer dengan dinamika pergeseran kursinya.
Ketua KPU Blora Widi Nurintan Ari Kurnianto mengatakan, hasil perhitungan pada Pileg 2024 terdapat sepuluh parpol yang menancapkan kadernya di kursi DPRD Blora. Selain itu, terdapat kenaikan persentase pemilih dalam perhelatan Pemilu 2024 di Blora.
’’Tingkat partisipasi pemilih mencapai 83 persen, meningkat dibanding pemilu 2019,” ucapnya. Widi menyampaikan, pihaknya telah menyampaikan D hasil rekapitulasi KPU Blora kepada KPU Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (2/3).
Pihaknya mengucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mendukung suksesnya pemilu di 2.977 tempat pemungutan suara (TPS). ’’Tidak satu pun dilaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU),” katanya.
Berdasra data hasil hitung KPU Blora, enam parpol yang tidak memperoleh kursi meliputi PAN dengan 7.490 suara, PSI dengan 4.326 suara, Partai Ummat dengan 1.547 suara, PKN dengan 1.270 suara, Partai Gelora dengan 1.196 suara, dan PBB dengan 371 suara.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Ummat Blora Mustamir mengungkapkan, kader dari partainya tidak ada yang peroleh kursi legislatif pada Pemilu 2024. Pihaknya tetap menghormati hasil perhitungan yang dilakukan KPU pada Jumat lalu (1/3).
Namun, ia memberi catatan agar demokrasi ke depan lebih baik. ’’Karena ada masalah di dapil 5. Kemarin isu penggelembungan suara oleh oknum PPK, tentu itu berdampak pada kami. Setidaknya, waktu. Kami ingin ke depan proses demokrasi dijalankan dengan baik oleh KPU maupun Bawaslu,” terangnya. (luk/bgs)
Mustamir mengaku, dengan tidak masuk kader partainya di kursi parlemen tahun ini. Pihaknya telah melakukan evaluasi ditingkat DPC hingga ke bawah. Sebagi partai pendatang baru pada pemilu tahun ini, pihaknya merasa perlu lebih mengenalkan partainya.
"Partai ummat baru ikut kontestasi, kami akan terus kenalkan partai ummat kepada masyarakat Blora," katanya.
Ia menambahkan, perhelatan politik tidak terputus di pileg saja. Partai umat juga mengaku bakal ikut meramaikan Pilgub hingga Pilbup mendatang. Walaupun nantinya bakal mengikuti verifikasi lagi. "Kami akan ikut partisipasi pada pilgub dan pilgub kedepan," jelasnya. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari