Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Pemkab Blora Targetkan Dividen BUMD Rp 100 Miliar

Hakam Alghivari • Rabu, 7 Februari 2024 | 21:50 WIB
Ilustrasi Dividen  (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi Dividen (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

BLORA, Radar Bojonegoro – Direksi dan karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Blora harus bekerja lebih keras. Tahun ini pemkab menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari dividen lebih tinggi, yakni sebesar Rp 100,3 miliar.

Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora Slamet Pamudji menjelaskan dalam struktur APBD Kabupaten Blora, dividen dari BUMD masuk dalam pos hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Kontribusinya sejak 2022 hingga 2023 terus mengalami peningkatan meski sangat minim.

"Kita naikkan signifikan hasil dari pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan atau dari BUMD. Yang bersumber dari dividen," imbuhnya.

Mumuk memaparkan, pada 2024 BUMD dipasang target tinggi. Diharapkan mampu memberikan pemasukkan pada PAD sebanyak Rp 100,3 miliar Dari data BPPKAD sumbangsih dari BUMD pada 2022 tercatat memberikan dividen Rp 78,18 miliar. Dari target Rp 78,17 miliar.  Sementara pada 2023 BUMD ditarget bisa memberikan pemasukan Rp 77,22 miliar. Dalam realisasi melebihi target meski tak banyak yakni Rp 78,74 miliar atau meningkat Rp 1,52 miliar lebih.

Mumuk menerangkan, sejumlah BUMD ada beberapa yang mengalami perkembangan dan pengelolaan bagus. Namun, ada juga yang nilainya rendah. Ada pengharapan untuk PT Blora Patragas Hulu (BPH) mampu berkontribusi lebih. Lantaran kinerjanya yang dinilai bagus.

"Itu BPH ditarget signifikan karena sudah break event point (BEP). Sehingga skemanya pemkab bisa 60 persen. Dan 30 persen untuk investor Surabaya," paparnya.

Ia melanjutkan, untuk BUMD Wira Usaha dinilai masih belum berkontribusi. BPR BKK masih Stabil. Sementara untuk PDAM akan ada peningkatan tahun ini. Termasuk PT Blora Patra Energi (BPE). "BUMD Wira Usaha jeblok. BPR Blora Artha alami penurunan," terangnya.

Ketua Komisi B DPRD Blora Yuyus Waluyo mengingatkan agar BUMD memberikan kontribusi untuk menambah PAD. Meski telah melebihi target, kinerja BUMD harus dipacu. Terlebih masih terdapat BUMD yang dinilai jeblok atau belum mampu sertor dividen.

"Semua BUMD harus berkontribusi kepada peningkatan PAD lebih baik lagi," terangnya. (luk/zim)

 

Editor : Hakam Alghivari
#Pemkab #BUMD #Targetkan #Dividen #blora #pad