BLORA, Radar Bojonegoro - Pemkab Blora mendorong perusahaan rokok membangun kemitraan dengan petani tembakau. Tidak hanya itu, perusahaan rokok diharap bersedia membangun pabrik di Blora. Sayangnya, banyak petani enggan bermitra dengan perusahaan.
’’Kalau petani di kelompok kami tidak ingin bermitra dengan perusahaan seperti petani tembakau di bagian utara,” ungkap Waris Ketua Kelompok Tani Tembakau Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan.
Waris mengaku kawatir jika perusahaan tidak bertanggung jawab saat terjadi gagal panen tembakau. Yakni, tembakau petani tidak dibeli.
Menurutnya, jika sudah bermitra, gagal panen maupun berhasil, tembakau harus tetap dibeli oleh perusahaan.
’’Enak langsung dijual saja, kami juga sudah ada yang membeli tanpa adanya kemitraan perusahaan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Arief Rohman mengaku baru-baru ini ada perusahaan yang berencana membangun kemitraan dengan petani tembakau. Pihaknya menyambut baik keinginan tersebut. Bahkan, Arief mendorong perusahaan tersebut mendirikan pabrik di Blora.
’’Saya terimakasih kepada PT. Sadhana Arifnusa Rembang yang sudah melakukan kemitraan dengan masyarakat Blora. Terutama yang berprofesi sebagai petani tembakau,” ucapnya.
Arief mengantarkan langsung para petani tembakau ke gudang tembakau milik PT Sadhana Arifnusa. Perusahaan tersebut membeli tembakau dari Blora yang seluas 800 hektare.
“Potensi tembakau Blora sangat bagus. Karena itu, melakukan fasilitasi pendampingan dari pra tanam hingga pasca tanam bersama PT Sadhana Arifnusa,” jelasnya.
Sayangnya, sebagian petani tembakau enggan bermitra dengan perusahaan. Sebab diklaim tidak menguntungkan petani.
Kepala Bidang Tananaman Hortikultura Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Blora Rosalia Dyah Erawati mengungkapkan, kerjasama perusahaan pendirian pabrik belum diketahui perkembangannya. Namun, untuk kemitraan perusahaan dengan petani tembakau sebagian petani sudah melakukan. (luk/zim)
Editor : Hakam Alghivari