BLORA, Radar Bojonegoro — Kondisi tiga ruang kelas di SDN 2 Bangkle cukup memperihatinkan. Ruang kelas 2, 3, dan 6 di sekolah itu rusak berat. Hal itu membuat sekolah kesulitan mendapatkan siswa. Dinas pendidikan (Disdik) menyatakan perbaikannya belum bisa dilakukan tahun ini.
Kepala SDN 2 Bangkle Noviarinta Susilowati menjelaskan, kerusakan tiga ruang kelas itu terjadi sejak lama. Sekitar 6 bulan lalu pihaknya terpakasa memindahkan siswa di ruangan perpustakaan dan laborarurium komputer.
''Ketiganya tidak bisa digunakan pembelajaran. Memanfaatkan gedung yang ada, satu ruang kami sekat kelas 1 dan 6," ungkapnya.
Kerusakan itu terjadi di atap yang jebol dan lapuk. Sehingga tidak digunakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Bahkan, proses belajar mengajar kurang efektif. Namun, guru dituntut untuk bisa menyuguhkan suasana belajar yang tetap menyenangkan bagi siswa.
Kegiatan KBM tetap berjalan seperti biasa. Kami punya guru yang masih muda. ''Sehingga kami upayakan seefektif mungkin dan sebaik mungkin. Kalau kenyaman, secara pribadi kurang nyaman,'' terangnya
Menurutnya, kondisi gedung yang kurang baik menyebabkan orang tua enggan memasukan anaknya ke sekolah yang dipimpinnya. Padahal, para guru telah berusaha terjun ke lapangan. Berkoordinasi dengan kelurahan hingga datang ke rumah orang tua calon siswa. Pada PPDB tahun ini hanya memperoleh 6 siswa.
''Tapi dengan kondisi fasilitas gedung kurang baik, mungkin itu salah satu alasan orang tua tidak menyekolahkan anaknya di sini,'' terangnya.
Pihaknya telah mengajukan prosposal perbaikan gedung dua kali ke sarpras disdik. Namun, belum ada hasil yang didapatkan.
''Dua kali pengajuan masih menunggu terus,'' terangnya.
Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Blora Sandy Tresna Hadi menerangkan usulan renovasi SDN 2 Bangkle belum tercover dalam pembangunan beberapa ruangan SD di daerah tahun ini. Para pengaju renovasi gedung sekolah harus mengantre.
Belum masuk pembangunan tahun ini, jawabnya singkat. (luk/zim)
Editor : M. Yusuf Purwanto