Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, pembongkaran mulai Minggu (4/6) hingga Kamis (8/6). Beberapa pedagang tampak sibuk membongkar bangunan semipermanen. Bekas material menumpuk karena sudah tidak dimanfaatkan lagi.
Para pedagang diberi waktu hingga Jumat (9/6) untuk membongkar bangunan. Lalu, bakal dilanjutkan pengurukan," kata Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Induk Cepu Rasmo.
Menurut dia, hasil audiensi, para pedagang meminta desain bangunan dibuat los agar bisa menampung lebih banyak.
Eko salah seorang pedagang asal Kelurahan Balun, Cepu mengatakan, pedagang sebenarnya diberikan waktu pembongkaran mandiri hingga akhir Mei. Namun, ada beberapa hal, pedagang belum menyelesaikannya.
Kalau saya berharap ya tidak ada pengurangan ukuran ketika sudah dibangun nanti. Saat ini setiap los ukurannya 3x2 meter," bebernya.
Kepala Bidang Pasar Daerah Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora Margo Yuwono mengatakan tengah mempelajari terlebih dahulu proyek revitalisasi pasar induk. Pihaknya baru menjabat menggantikan kabid pasar sebelumnya.
Sebelumnya, perencanaan fisik pembangunan Pasar Induk Cepu sudah selesai. Perencanaan digunakan dokumen lelang saat ini masih di-review oleh Inspektorat Blora.
Pembangunan pasar dianggarkan dari pendanaan tugas perbantuan Kementerian Perdagangan RI dengan total sekitar Rp 3 miliar. Dana itu digunakan membangun sebuah bangunan sebagai tempat los para pedagang. (luk/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto