Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pembayaran Macet, Proyek Kolam Renang Ketuwan Mandek

M. Yusuf Purwanto • Rabu, 7 Juni 2023 | 21:05 WIB
BAKAL KLARIFKASI: Proyek Kolam renang Ketuwan Park ini belum selesai dibangun. (LUKMAN HAKIM/RDR.BJN)
BAKAL KLARIFKASI: Proyek Kolam renang Ketuwan Park ini belum selesai dibangun. (LUKMAN HAKIM/RDR.BJN)
BLORA, Radar Bojonegoro - Pembangunan kolam renang Ketuwan Park di Desa Ketuwan Kecamatan Kedungtuban mandek. Mandeknya proyek itu terjadi sejak dua bulan terakhir. Penyebabnya, pihak desa belum memberikan sisa pembayaran sebesar Rp 165 juta ke kontraktor pelaksana.

Dana pembangunan kolam renang Ketuwan Park berasal dari hibah Pemkab Blora tahun ini. Nilainya sebesar Rp 270 juta.

Pelaksana Proyek Ketuwan Park Jasmin mengatakan, proyek kolam renang Ketuwan Park adalah swakelola. Yakni, dikerjakan sendiri oleh desa dan masyarakat. Namun, pihaknya diminta mengejakan proyek pembangunan kolam renan itu oleh pemdes setempat. Pihaknya mendanai proyek itu terlebih dahulu karena uang belum dipegang oleh pemdes.

‘’Kami istilahnya nalangi dahulu, karena minta tolong kami akhirnya sepakat. Pembayaran pertama lancar. Namun menjelang akhir uangnya tidak ada. Padahal, saya dapat informasi sudah diterima kades,’’ jelasnya kemarin (6/6).

Jasmin menerangkan, proyek yang dikerjakannya sudah sekitar 70 persen.Tinggal penyelesaian. Pihaknya memutuskan untuk tidak dikerjakan sekitar dua bulan.

‘’Targetnya usai lebaran mulai launching, karena dana tidak ada akhirnya kami berhentikan," terangnya.

Jasmin mengaku berusaha menghubungi Kades Ketuawan Kecamatan Kedungtuban tersebut selama proyek berhenti. Namun, tidak ada jawaban dari kades dan berbelit.

Dikonfirmasi, Kades Ketuwan Muhtar mengakui bahwa uang yang telah diterima tersebut belum sempat disalurkan kepada kontraktor. Bantuan dari kabupaten itu sebesar Rp 270 juta diterimakan dua kali. Tahun ini sebesar Rp 200 juta. Sedangkan Rp 70 juta sisanya tahun depan.

Alasannya belum diberikan adalah uang itu digunakan untuk membeli joglo yang ditempatkan disekitar kolam renang Ketuwan Park. "Ada joglo yang harganya murah dari harga pasaran, ini juga untuk kepentingan ketuwan park," katanya.

Muhtar menjanjikan bakal mengganti uang tersebut untuk penyelesaian pembangunan kolam renang ketuwan park. Pekerja proyek dijadwalkan mulai bekerja lagi minggu depan. Menyelesaikan kekurangan pembangunan sekitar 30 persen.

‘’Kami segera siapkan dananya, bukan tidak dibayarkan ya," ungkapnya. (luk/zim) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Kolam Renang #mBangun Blora Berkelanjutan #Uang Pembayaraan #blora