‘’Pemain barongan banyak yang muda, sekitar usia 20 hingga 40 tahun kalau di Cepu. Jarang sekali masih pelajar," tutur Franz perwakilan Paguyuban Sedulur Barong Cepu, kemarin (5/5).
Franz mengatakan, pelajar SMP hingga SMA di wilayah Cepu yang melestarikan kesenian barongan hampir luntur. Ia mencatat hanya di SMPN 1 Sambong masih aktif melestarikan kesenian tersebut.
Menurutnya, birokrasi perlu mendukung barongan di Cepu agar tetap lestari di kalangan pelajar. Pihaknya kesulitan mencari tempat dan panggung untuk berkreasi. Menurutnya, untuk mengadakan event perlu melalui proses berbelit.
‘’Kami agak kesulitan mendapatkan tempat atau panggung untuk berkarya. Harus melalui proses berbelit, sejauh ini mereka masih baik-baik saja dan semoga Barong Blora selalu lestari," harapnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto