Ketua Kopra Blora Hadi Suharto mengatakan, dalam rangkaian bisa mudik lagi Kopra mengadakan acara halal-bihalal di Taman Tirtonadi Blora. Dia mengaku tidak sabar bertemu dengan keluarga dan juga para perantau lainnya. Tahun ini terdapat kurang lebih 5.000 pemudik yang tergabung dengan Kopra pulang kampung.
‘’Kopra ini ada banyak anggotanya dan tersebar di berbagai kota bahkan di luar negeri. Kebanyakan merantau di Jabodetabek untuk mencari nafkah. Ada juga yang tidak mudik karena sudah menetap di tanah perantauannya,’’ tuturnya.
Hadi akui, pihaknya merasa terbantu adanya tiga bus untuk mudik gratis yang disediakan Pemkab Blora melalui Pemprov Jateng. Meski hanya tiga bius, mudik gratis tersebut mampu membantu perantau lainnya yang kesulitan dalam segi ekonomi.
‘’Hal ini membantu perantau yang mudik dan rindu kampung halaman. Apalagi dua hingga tiga tahun terakhir dihajar pandemi dan peraturan PPKM yang ketat. Sudah dua tahun lebih kami tidak bisa mudik,’’ ungkapnya.
Pihaknya akan membahas beberapa hal untuk menunjang kesejahteraan para perantau. Seperti pembuatan kartu anggota Kopra yang bekerjasama dengan salah satu bank. Juga akan dibentuk perwakilan perantau dari setiap kecamatan untuk memaksimalkan koordinasi dengan para perantau lainnya.
Pemkab Blora menyediakan tiga bus mudik untuk perantau asal Blora yang berada di Jakarta. Jumlah itu lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya satu bis. Mudik gratis itu ditujukan bagi pekerja kurang mampu. Tiga bus itu mampu menampung 150 penumpang. (hul/zim) Editor : M. Yusuf Purwanto