Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Populasi Sapi Jadi Potensi Produksi Pupuk Organik

M. Yusuf Purwanto • Rabu, 22 Maret 2023 | 21:01 WIB
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
BLORA, Radar Bojonegoro - Pemakaian pupuk organik secara mandiri perlu digencarkan. Perlu ada konsep dan dorongan agar petani beralih memproduksi pupuk nonkimia tersebut. Potensi pupuk organik terbuka mengingat Blora menjadi sentra peternakan sapi yang bisa menghasilkan pupuk kompos atau organik.

 

Dorongan ini upaya membantu petani mengurangi ketergantungan pupuk subsidi. Sebab, para petani kebingungan mencari alternatif lain. Terutama, setelah kuota pupuk subsidi dari pusat terus berkurang.

 

Ketua Gabungan Kelompok Tani Bersama (Gapoktan) Blora Yusuf Nurbaidi mengapresiasi upaya pupuk organik agar petani mengurangi ketergantungan pupuk bersubsidi. Serta menjadi alternatif ketika pupuk kimia dari pemerintah pusat seperti urea, nitrogen fosfor kalium (NPK) dikurangi kuotanya.

 

Sebelumnya, keluhan ketersediaan pupuk juga disampaikan saat musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) kabupaten beberapa hari lalu. ‘’Keunggulan pupuk organik membantu menyuburkan tanah. Di sisi lain pupuk kimia ini justru berpengaruh terhadap kerusakan unsur tanah. Misalnya, di wilayah Cepu tanahnya sudah rusak,’’ jelasnya.

ADA PELUANG: Peternak sapi saat memberi pakan. Blora memiliki populasi sapi 278 ekor. (DOKUMENTASI RDR.BLORA)
ADA PELUANG: Peternak sapi saat memberi pakan. Blora memiliki populasi sapi 278 ekor. (DOKUMENTASI RDR.BLORA)
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)

Sesuai instruksi Bupati Arief Rohman, seluruh gapoktan di Blora membuat pupuk organik dari kotoran sapi sendiri mengingat Blora kaya ternak sapi. Apalagi, produksi pupuk organik secara mandiri beserta penggunaannya mulai digeliatkan sejumlah universitas di Indonesia.

 

Selain itu, terhitung jumlah ternak sapi di Blora sekitar 278 ribu ekor. Tentu, menjadi potensi produksi pupuk organik. ‘’Segala aspek sudah mulai mendukung. Hanya, perlu menyadarkan masyarakat, bagaimana mengubah pola pikir para petani segera bisa mempergunakan pupuk organik ini,’’ jelasnya kemarin (21/3).

 

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Gundala Wejasena mengatakan, sudah saatnya para petani tidak menggantungkan pupuk subsidi dari pemerintah. Tetapi harus bisa mandiri membuat pupuk organik dari kotoran sapi. (hul/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Populasi Sapi #mBangun Blora Berkelanjutan #Pupuk Organik #blora