Baru Diperbaiki Sudah Rusak, Warga Mengadu ke Perhutani

M. Yusuf Purwanto • Dipublikasikan Sabtu, 4 Maret 2023 | 15:52 WIB
RUSAK: Jalan poros Ngawen-Kunduran tampak bergelombang dan rusak, aspal bolong, dan berdebu. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
RUSAK: Jalan poros Ngawen-Kunduran tampak bergelombang dan rusak, aspal bolong, dan berdebu. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
BLORA, Radar Bojonegoro - Warga Dusun Gejeg dan Karangtengah Desa Kepoh, Kecamatan Jati, menggelar audiensi dengan Perhutani perihal jalan rusak. Diketahui, ruas jalan tersebut kembali rusak akibat belum tuntas pengerjaannya, tapi sudah dilintasi truk angkutan hutan dengan muatan berat.

 

Sebelumnya, jalan tersebut diupayakan perbaikan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) setempat. Anggaran perbaikan jalan sekitar Rp 500 juta.

Kepala Dusun Karang Tengah Eko Supratono mengatakan, audiensi meminta pertanggungjawaban Perhutani memperbaiki jalan desanya. Kerusakan jalan diakibatkan truk angkutan hutan. ‘’Akses jalan ini sangat vital bagi warga.

 

Kerusakan ini harus segera diperbaiki semua pihak bersangkutan,’’ katanya

Wakil Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, Kusmanto setuju usulan warga desa tersebut. Pihaknya dipastikan bertanggung jawab dan menindaklanjuti permasalahan ini dengan mengajak pihak terkait seperti perusahaan angkutan tebang yang memakai akses tersebut.

 

‘’Kami bertanggung jawab. Tapi, dengan keterbatasan dana, kami mengajak semua pihak turut andil memperbaiki jalan. Karena, semua pihak juga merasa menggunakan akses jalan tersebut,’’ tuturnya.

 

Yudi Kurniawan salah satu warga mengatakan, jalan tersebut akses sering digunakan penduduk ke dusun atau desa lainnya. Sebagai akses pulang pergi anak-anak sekolah di desanya. Diketahui, jalan tersebut sudah diperbaiki akhir Desember 2022 lalu. Namun, belum selesai proses pengerasan sudah dilintasi truk muatan berat. (hul/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
Jalan Rusak mBangun Blora Berkelanjutan perhutani blora