‘’Keretanya datang terlambat sekitar satu jam," kata Firli saat menunggu kereta bersama keluarganya di Stasiun Cepu kemarin (1/2).
Ia mengaku akan pergi ke Stasiun Pasar Turi Surabaya bersama keluarganya naik kereta Ambarawa Expres. Namun, saat di stasiun mendapat kabar kereta datang terlambat dari jadwal pemberangkatan 14.17. ‘’Sebenarnya menurut petugas tiket Ambarawa diikutkan gerbong Kertajaya tambahan, ini saya pilih menunggu keterlambatan kereta Ambarawa," jelasnya.
Kepala Stasiun Cepu Deni mengatakan, saat terjadi banjir di jalur kereta api, sebanyak 284 penumpang membatalkan keberangkatan. Pihaknya juga mengalihkan penumpang ke kereta lain.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Ixfan Hendri Wintoko menyampaikan bahwa Senin (2/1) dini hari seluruh titik gangguan diakibatkan oleh banjir pada petak Semarang Tawang-Alastua sudah surut dan dapat dilalui kembali kereta api.
“Mulai pukul 01.00 (kemarin), banjir sudah surut dan berhasil dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas sehingga perjalanan kereta api mulai kembali normal," ujar Ixfan.
Bentuk kompensasi, KAI memberikan pengembalian bea tiket penuh bagi pelanggan terdampak. Pembatalan dapat dilakukan hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan tertera pada tiket.
‘’Meski jalur sudah dilalui kecepatan terbatas, kepadatan di lintas masih terjadi dan secara bertahap akan terurai. KAI terus menormalisasi titik-titik tersebut hingga dapat dilalui kembali dengan kecepatan normal," jelasnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto