Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora Gundala Wejasena mengatakan, tahun depan pembangunan kembali dilakukan untuk menambah kebutuhan penunjang RPHU. Sudah dianggarkan pada APBD 2023. ‘’Perlu penambahan sarana lain seperti IPAL yang harus dipenuhi," jelasnya.
Penambahan lain seperti kandang hewan, studi layak fungsi, penunjang lain seperti Jembatan. Juga, izin pengelolaan air limbah (IPAL) dan rumah untuk pembangkit mesin. Sehingga RPH belum bisa dimanfaatkan tahun depan.
‘’Pada 2023 belum bisa dugunakan, kemungkinan 2024 mendatang," jelasnya.
Dia menambahkan, kapasitas RPHU dan RPH Ruminansia (RPHR) berbeda. Untuk RPHU dalam 1 jam bisa mengeksekusi 1.500 ekor. Sementara, RPHR bisa 8 ekor sapi dalam waktu bersamaan. DP4 telah mempersiapkan pihak peternak kerja sama saat RPHU sudah bisa digunakan.
“Sudah ada yang yang minat salah satunya dari juwana, pengusaha ternak unggas," jelasnya.
Dari pengamatan di lokasi, tampak bentuk bangunan gedung sudah jadi. Sisa menambah kekurangan dan memasang mesin bubut di dalam RPHU. Beberapa alat modern menggantung dengan gerigi roda nantinya bisa memutar. Proyek ini menghabiskan anggaran Rp 3,4 miliar. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto