Selain berada di lapangan, ratusan warga juga memenuhi tribun barat dan timur lapangan. Beberapa pedagang asongan berkeliling. Agenda Ngaji Kebangsaan tesebut mengajak masyarakat hidup rukun dan mencintai tanah air.
"Kita diajarkan rasa cinta dan kasih sayang sesama makhluk, maka kita harus rukun dan bersyukur menjadi bangsa Indonesia," tutur Gus Miftah dalam ceramahnya.
Gus Miftah mengapresiasi masyarakat masih tetap di tempat saat hujan mengguyur lapangan. Beberapa celetukan jenakanya tampak menghangatkan suasana dan gelak tawa pengunjung.
Gus Miftah mengajak salawatan, gemuruh saling sahut terdengar meriah. Di tengah kepungan masyarakat, Bupati Arief Rohman dan Gus Miftah menyalami para jemaah pengajian. "Kami berterima kasih kehadiran Njenengan pada Ngaji Kebangsaan ini, menyambut Hari Jadi ke 273 Blora," ujar Arief Rohman.
Zubaidah salah satu jemaah yang hadir rela hujan-hujan dan senang mendengar ceramah Gus Miftah. Ia bersama anaknya membawa payung, karena saat berangkat mendung menggelayut.
Hujan mulai mengguyur hingga reda, para jemaah masih istikamah berdiri. Tanah lapangan yang menjadi tumpuan tampak becek. Sebelum Magrib, para jemaah diajak berdoa bersama. Para jemaah tampak khusyuk mengamini setiap doa dipanjatkan. Begitu juga para pedagang asongan menyusuri ruang sempit di sela-sela jemaah. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto