Tak mau ketinggalan, Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati meramaikan mencoba ikut di arena judo. Ia mencoba mengunci salah satu atlet dan membanting di matras. "Bruk," suara itu terdengar dengan menggunakan teknik ogoshi. Kedua tangan Wabup membanting ke depan satu atlet tanpa perlawanan.
Atraksi itu mengawali pertandingan kemarin.
"Luar biasa, diselenggarakannya pra kualifikasi porprov ini, semoga Blora tumbuh atlet judo berprestasi," kata Wabup. Penyelenggaraan pra-porprov di Blora ini meliputi, cabor aeromodelling, futsal, menembak, dan judo.
Ketua Cabor Judo Blora Isnaeni mengatakan, seleksi pra-porprov di Gedung Sasonosuko terdapat 151 peserta dari 18 kabupaten dan kota. Ada 14 atlet judo Blora diterjunkan, putra dan putri.
"Sebenarnya ada 25 kabupaten/kota memiliki organisasi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI). Namun, yang lolos seleksi administrasi hanya 18 kabupaten/kota, " ujarnya.
Terkait target pra-porprov, menurut Isnaeni, pertandingan kali ini melihat strategi lawan dihadapau pada porprov mendatang. Ia tidak memburu tiket lolos, sebab Blora menjadi tuan rumah cabor tersebut. "Karena Blora di 2023 menjadi tuan rumah Porprov Jateng, atlet mendapatkan wild card otomatis lolos," terang Isnaeni.
Perkembangan bela diri dari Jepang tersebut cukup banyak digemari di daerah. Beberapa tempat latihan berdiri, terutama di Cepu dan Blora. Sebagai tuan rumah, cabor judo menjadi tantangan tersendiri untuk peluang kemenangan lebih besar. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto