Saluran air dari terminal menuju tuk buntung dan pasar ke Bruk Kembar masih belum tertangani. Penanganan sementara di geser wilayah Blora.
Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Surat menjelaskan, normalisasi saluran Tuk Buntung - Sidodadi - Ketapang Selatan - gorong gorong Jembatan Jalan Surabaya sudah kita tuntaskan. Panjang total kurang lebih 1 Kilometer.
‘’Sementara tim akan ber geser ke Blora untuk melakukan pekerjaan serupa,’’ jelasnya.
Surat mengungkapkan, saluran di Tuk Buntung hingga jembatan yang berdekatan Hotel Royal sudah tuntas. Normalisasi saluran yang masih belum tertangani adalah saluran terminal Cepu ke Tuk Buntung dan dari Pasar ke Bruk Kembar.
‘’Sedangkan untuk jembatan Jalan Surabaya hingga bermuara ke Sungai Bengawan Solo, kondisinya belum mengharuskan untuk dinormalisasi,’’ terangnya.
Normalisasi lebih dari sepekan di Kawasan cepu, pihaknya mengaku menemui pendangkalan dan penyempitan sungai. Bahkan, beberapa sedimentasi pada sungai tersebut sudah ditumbuhi tanaman yang sudah berukuran cukup besar.
Meski belum ada perhitungan khusus, surat memprediksi penyempitan dan pendangkalan sungai terjadi di sekitar 70 persen wilayah yang dinormalisasi itu. Jika masih tersedia anggaran akan dituntaskan tahun ini.
”Rencananya, jika masih tersedia alokasi anggarannya, akan kami coba tangani tahun ini juga, setelah menangani saluran tersumbat yang ada di Blora,” katanya.
Di Blora, lanjutnya, tim akan menangani saluran Kali Gabus di belakang Pasar Sidomakmur. Sebab, sempat meluap dan menggenangi makam di Kelurahan Jetis. Untuk di Cepu, akan melihat perkembangan lebih lanjut. “Akan kami pantau untuk penanganan lebih lanjut,” tutupnya.
Sebelumnya, proses normalisasi direncanakan selama tiga hari, yaitu sejak 21 Oktober hingga 24 Oktober. Kemudian ditambah 2 hari hingga 26 Oktober. Namun, karena masih ada beberapa titik yang dirasa masih perlu untuk dikeruk, pemkab memutuskan untuk dilanjutkan hingga Jumat (28/10). (luk/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto