"Dahulu, kalau saya mendapat cerita dari bapak, di rumah sampai ada bekas tembakan, tepatnya dekat reng kayu depan di atas pintu," ujar Anief Usman salah satu cucu dari Kiai Usman.
Kiai Usman memang terkenal di wilayah Cepu, sebelum kemerdekaan jejak tersebut tercatat dalam artikel koran Belanda diterbitkan De Locomotif pada 1934. Dalam surat kabar itu, mengabarkan: Nahdlatul Ulama telah menyusun rencana untuk menyelenggarakan grebeg Maulid. Kiai Hadji Ngoesman akan memberikan ceramah tentang kehidupan Nabi di halaman masjid.
Selain itu akan ada pawai pada malamnya, ditetapkan pukul 19.00 WIB, dengan rute akan ditempuh Masjid Baloen-Stationsweg (terminal) Cepu dengan membawa obor dan lentera.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Blora Fattah menjelaskan, perjuangan Kiai Usman perlu menjadi teladan perjuangan santri saat ini. Perjuangan mulai dari upaya merebut, mewujudkan kemerdekaan tidaklah mudah dan penuh pengorbanan.
"Ini membuktikan santri dan kiai tidak pernah kendor dalam mencintai negara," jelasnya.
Momentum Hari Santri, dirinya berharap para santri bisa meneladani dan melanjutkan ikhtiar ulama tempo dulu. "Bagaimana semangat itu harus dilanjutkan generasi sekarang," tutupnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto