Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Angkutan Jalan, Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Ruswanto menjelaskan, konektivitas transportasi umum dengan Bandara Ngloram masih dalam proses kajian.
"Kami masih membutuhkan kajian berlanjut kita baru mengkaji kebutuhan dengan asumsi setiap hari jalan butuh kendaraan untuk sampai bandara," jelasnya.
Ruswanto menjelaskan, konektivitas angkutan umum tentu membutuhkan koordinasi antarmoda transportasi seperti bus, dan stasiun di Cepu. Sebelumnya pernah ada rencana dengan PT KAI untuk mengaktifkan kembali Stasiun Kapuan, sebab jaraknya tidak jauh dari Bandara.
"Kemungkinan jika nanti akhirnya pilihan opsi penumpangnya tetap di Stasiun Cepu, kami pilih moda transportasi umum dari stasiun menuju bandara," ungkapnya.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Ixfan Hendri Wintoko menjelaskan, saat ini belum ada pembahasan untuk pengaktifan kembali Stasiun Kapuan. Sebab, masih fokus perluasan parkir Stasiun Cepu dan kerjasama dengan pemkab untuk Shelter UMKM di TAMAN tuk Buntung. "Kalo konektivitas belum ada yang bisa saya jelaskan, kemarin hanya penataaan (Stasiun Cepu)," jelasnya. (luk/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto