Penumpang tersebut resah kenaikan tersebut, sebab ia sering menggunakan bus seminggu dua kali pulang pergi. "Berharap tarifnya kembali normal," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (6/9).
Disinggung penerima bantuan langsung tunai (BLT) BBM? Anggit Nur Rohim belum mengetahuinya. Ia belum tahu ada BLT BBM bagi pekerja gajinya di bawah Rp 3 juta. "Tidak tahu kalau ada BLT BBM, belum kepikiran daftar," jelasnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto