M. Yusuf Purwanto• Sabtu, 27 Agustus 2022 | 17:11 WIB
ADA TOPPING: Serabi menjadi lebih enak adanya parutan kelapa dan bubuk kedali disangrai. (Lukman Hakim/RDR.Blora)KANIFAH mengaku tidak bisa menerima pesanan dalam jumlah besar secara mendadak. Sehingga pembeli harus memesan jauh-jauh hari. Pelanggan dari berbagai kalangan. "Seperti malam Sabtu ini sudah dipesan 30 bungkus untuk pengajian rutin. Terkadang kalau ada orang Cepu pulang merantau, minta dibungkuskan untuk camilan perjalanan," paparnya.
Saat ini, Kanifah belum memikirkan kemasan modern serabinya. Dirinya masih meyakini jika serabi harus dibungkus dengan daun pisang. "Pernah saya beri bungkus mika, tapi pelanggan lebih suka dibungkus daun pisang," paparnya.
Saat berjualan, Kanifah dibantu anak dan menantunya. Kerja sama keluarga itu berlangsung hingga kini. "Alhamdulillah, dari berjualan ini bisa membantu menghidupi keluarga kami," jelasnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto