Kapolsek Blora Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yulianto menjelaskan, setelah dilakukan evakuasi dari titik bom ditemukan, sudah dilakukan pemusnahan kemarin (7/8), di Hutan Polaman, sekitar hutan Blora. "Sudah diasposal (dimusnahkan) oleh tim penjinak bom polda Jateng," jelasnya.
Kasubden Jibom Gegana Satbrimob Polda Jawa Tengah, AKP M Huda mengatakan, benda yang dimusnahkan itu jenis bom pesawat aircraft. Dahulu merupakan senjata perang dunia ke dua.
"Jenis bom pesawat aircraft, yang jelas peninggalan perang dunia kedua, kalau enggak zaman (kolonial) Jepang, ya Belanda," ucap dia usai pemusnahan.
Saat pemusnahan, terdapat dua kali ledakan. Ledakan kedua suaranya lebih kencang daripada ledakan pertama. "Kami infokan kalau menemukan barang seperti itu kalau bisa jangan diangkat-angkat atau biarkan di tempat saja," jelasnya.
Menurutnya, barang yang semacam mortir dan bentuk bom lainnya begitu berbahaya, saat pemusanahan bom jenis aircraft suaranya cukup besar. Terlebih jika dalam kondisi utuh, ledakan diperkirakan dua hingga tiga kali lipat.
"Kalau dalam kondisi utuh, ledakannya lebih dari itu, bisa dua atau tiga kali lipat dari tadi," terang dia.
Masyarakat dihebohkan dengan penemuan benda mirip mortir di Desa Patalan, Kecamatan Blora, pada Sabtu (6/8). Penemunya Kumaidi (36) yang penasaran dengan cerita orang-orang terdahulu tentang adanya rudal di tempat tersebut.
Bermodalkan alat pendeteksi logam, menemukan benda yang diduga dapat meledak tersebut dengan kedalaman sekitar 70 sentimeter. Benda tersebut diperkirakan mempunyai berat sekitar 50 kilogram dan panjang sekitar 70 sentimeter. Kumaidi kemudian melaporkannya ke pihak berwajib. (luk/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto