Kepala Penerangan Lapangan Udara Iswahjudi Madiun Mayor Sus Yudha Pramono menjelaskan, pesawat take off dari Lanud Iswahjudi pukul 18.24 untuk latihan terbang malam. Pukul 19.25, pilot masih kontak dengan flight director. "Setelah itu posisi pesawat tidak dapat dikontak," jelasnya kemarin.
Berdasar laporan di lapangan, terkonfirmasi bahwa adanya serpihan logam pesawat dengan tail number TT-5009 jatuh di Desa Nginggil, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. "Informasi di lapangan, dari aparat kewilayahan dan masyarakat Nginggil, terkonfirmasi adanya serpihan logam, diduga lokasi jatuhnya pesawat," terangnya.
Untuk mengevakuasi, satu tim dari Lanud Iswahjudi bergegas bergerak menuju lokasi Senin malam. Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, ketika malam sudah dipasang garis polisi di sekitar titik pusat jatuhnya pesawat persisnya Desa Nginggil, Blora. Lokasinya di barat Bengawan Solo masuk wilayah hutan BKPH Ngawi.
Puspen Lanud Iswahjudi Budi Utomo menjelaskan, tim evakuasi hingga kemarin sore (19/7) masih berada di lokasi mengumpulkan serpihan pesawat. "Belum tahu sampai kapan," jelasnya terkait rencana evakuasi serpihan.
Wakil Bupati (Wabup) Blora Tri Yuli Setyowati menjelaskan, setelah berkoordinasi dengan aparat di lapangan, evakuasi serpihan bangkai dilakukan secepatnya. Satu hari selesai. Ia menjelaskan, sejak Senin malam diterjunkan 120 personel. "Ada tambahan lagi 180 personel dari Madiun," tuturnya.
Menurut Etik sapaan akrabnya, penambahan personel itu membantu evakuasi bangkai pesawat tersisa di lereng bukit. Sedangkan memindahkan sayap dan mesin pesawat butuh banyak personel.
"Serpihan sudah ketemu dan diangkut dengan Heli Puma beserta jenazah," paparnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto