Kepala Daop 4 Semarang PT Kereta Api Indonesia (KAI) Wisnu Pramudyo mengatakan, desain awal penataan Stasiun Cepu sudah disusun. Pengembangan meningkatkan kenyamanan penumpang. Keseriusan usai penandatanganan dengan Pemkab Blora. PT KAI akan menjadwalkan kunjungan lapangan ke Stasiun Cepu untuk melihat kondisi.
Apa saja yang dikembangkan? Wisnu menjelaskan, pengembangan Stasiun Cepu meliputi penataan kawasan parkir. Perluasan area publik untuk shelter UKM Blora. “Masih banyak lahan aset PT KAI di sekitar Stasiun Cepu belum dimanfaatkan secara maksimal. Kami coba menatanya kembali,’’ ungkapnya.
Stasiun Cepu ini tidak hanya menjadi moda transportasi warga Blora saja. Tetapi, penumpang juga banyak dari warga Bojonegoro. Persisnya kawasan barat seperti Kecamatan Padangan, Ngraho, hingga Kasiman. Sebab, jarak wilayah barat itu dengan Stasiun Bojonegoro cukup jauh.
‘’Pernah ke Surabaya dan Malang, tentu naiknya juga dari Stasiun Cepu,’’ ujar Yanto, salah satu warga Kecamatan Padangan, Bojonegoro.
Bupati Arief Rohman menyambut baik rencana itu. Terlebih Cepu didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Jawa Tengah. Pemkab mendukung pengembangan Stasiun Cepu mendorong optimalisasi aset PT KAI. "Agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Arief menyampaikan, pemkab ingin penataan Stasiun Cepu bisa terkoneksi atau terhubung dengan penataan kawasan Taman Tuk Buntung. Sehingga dari stasiun sampai Taman Tuk Buntung bisa terhubung menjadi area publik untuk masyarakat.
‘’Kami punya cita-cita jika ini terwujud, nanti CFD (car free day) Cepu ya di situ. Termasuk usulan pengembangan stasiun barang,” jelasnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto