Hingga Maret 162 Penderita DBD, 5 Meninggal Dunia di Blora

M. Yusuf Purwanto • Dipublikasikan Kamis, 16 Juni 2022 | 21:45 WIB
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
TERJADINYA hujan tentu harus diwaspadai masyarakat dengan antisipasi serangan demam berdarah dengue (DBD). Potensi penyakit bermula gigitan nyamuk Aedes aegypti berpotensi bila masyarakat membiarkan genangan air.

 

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora Sutik mengungkapkan, pasien DBD di pusat-pusat kesehatan daerah tidak ada penambahan. Berdasar data terakhir pada Maret lalu, terdapat 162 penderita terjangkit dan lima orang meninggal dunia.

 

"Sampai bulan ini masih aman. Belum ada penambahan pasien yang terjangkit DBD," ungkapnya.

 

Meski tidak ada tren peningkatan penderita DBD, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat waspada. Ssebab musim hujan masih berlangsung. Hal itu berpengaruh perkembangbiakan nyamuk yang membawa virus dengue.

 

"Kami terus mengajak masyarakat agar memberantas sarang nyamuk terutama saat berlangsung musim penghujan. Dan melakukan penyemprotan," jelasnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
mendung dbd mbangun blora blora