Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Diajukan Menjadi Jalan Nasional yang Berbatasan antara Puwodadi dan Demak

M. Yusuf Purwanto • Senin, 4 April 2022 | 17:22 WIB
TURUN LANGSUNG: Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat memantau dan ikut melakukan pengecoran di ruas Soko Dadang Glagah Lamongan Selasa (19/7). (DOKUMENTASI PROKOPIMKAB LAMONGAN)
TURUN LANGSUNG: Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat memantau dan ikut melakukan pengecoran di ruas Soko Dadang Glagah Lamongan Selasa (19/7). (DOKUMENTASI PROKOPIMKAB LAMONGAN)
BLORA, Radar Bojonegoro – Jalan di Blora yang berbatasan dengan Puwodadi dan Demak kerap rusak, sebab tidak sebanding dengan beban tonase kendaraan yang melintas. Hal tersebut menjadi alasan untuk diusulkan peningkatan dari jalan Provinsi menjadi jalan nasional ke Kementerian PUPR.

 

“Ketika bertemu Bupati Grobogan, kami sepakat menghadap ke Pak Menteri PUPR untuk menyampaikan usulan agar ruas Mranggen - Purwodadi - Blora bisa ditingkatkan jadi jalan nasional, sekalian dengan Bupati Demak,” ucap Bupati Arief Rohman.

 

Arief mengaku kerap dikeluhi masayarakat terkait jalan provinsi yang rusak, sehingga pihaknya mengajukan perbaikan kepada Gubernur dan Dinas Pekerjaan Umum Jawa Tengah. Pihaknya ingin jalan mulai Blora menuju Purwodadi hingga Mranggen-Demak bisa naik kelas dari jalan provinsi menjadi jalan nasional. “Seperti jalan Rembang - Blora - Cepu yang kini telah menjadi jalan nasional,” jelasnya.

 

Dengan menjadi jalan nasional, menurut Bupati Arief, akan dilakukan peningkatan kualitas fisik dan dimensi lebar jalan. Jika jalan provinsi standarnya lebar 7 meter, sedangkan jalan nasional bisa menjadi 9 meter. “Kita berharap nanti dapat respons yang baik oleh Pak Menteri PUPR,” imbuhnya.

 

Menurut Bupati Arief, saat ini kondisi jalan provinsi ini memang sedang rusak, utamanya di Kecamatan Kunduran dan Kecamatan Ngawen. Selain sempit, kondisi aspal banyak yang berlubang dan berkubang saat turun hujan.

 

Selain itu, kendaraan bertonase tinggi yang melintas memberikan dampak kerusakan jalan. Bupati mejelasakan Ruas tersebut menjadi jalur kedua dari Semarang menuju Surabaya selain pantura.

 

“Karena jaraknya lebih dekat kami berharap nanti Pak Menteri PUPR bisa mengkaji usulan kami. Tidak hanya di Blora saja, wilayah Purwodadi juga rawan rusak,” pungkasnya. (luk/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto
#jalan #mbangun blora #blora #mas arief #bupati blora