Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora Tulus Setyono menjelaskan, alokasi benih ikan yang ditebar tahun ini berkurang menjadi 67 ribu. Padahal, tahun lalu mencapai 100 ribu benih ikan. “Jadi berkurang sekali tahun ini sekitar 32 ribuan,” jelasnya.
Sehingga proses pembagian bibit di beberapa embung akan dipilah. Hanya ditabur di embung dan perairan dengan kategori air tidak habis saat kemarau. Penebaran ikan lakukan secara berkala. “Rencananya ada sepuluh perairan akan ditaburi benih ikan,” jelasnya.
Tulus mengemukakan saat ini telah menabur benih di Embung Karangjati. Juga dua embung di Kecamatan jiken, salah satunya di perairan umum Desa Genjahan. Berlanjut Bendungan Tempuran, Embung Betet dan Embung Klopoduwur dan Jurangjero. “Ikan yang ditebar jenis nila merah dan patin,” jelasnya.
Ia merencanakan, penebaran benih ikan di Embung Jurang Jero Banjarejo, perairan di Waduk Greneng dan Bendungan Randugunting di Kecamatan Japah. Hal itu untuk meningkatkan konsumsi ikan bagi masyarakat. “Tiga sampai empat bulan ke depan masyarakat sekitar bisa menangkap ikan sendiri, namun ada peraturan tidak boleh menggunakan jala, harus memancing,” jelasnya.
Terkait kondisi pembudidaya ikan di Blora, Tulus mengklaim mengalami peningkatan produksi 10 persen tahun lalu. Dengan angka produksi 350 ton. Perikanan tangkap juga mengalami peningkatan. “Data pastinya ada di kantor,” ungkapnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto