Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Populasi Sapi Blora Tertinggi se-Jateng

M. Yusuf Purwanto • Senin, 13 Desember 2021 | 15:52 WIB
Populasi Sapi Blora Tertinggi se-Jateng
Populasi Sapi Blora Tertinggi se-Jateng

POPULASI sapi di Blora tertinggi se Jawa Tengah. Data dinas peternakan dan perikanan (dinnakikan) setempat menyebutkan, populasi sapi di 2021 ini ada 269.071 ekor.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora ingin peternakan di Blora bisa dikelola dengan baik. Rencananya, bakal dibentuk sistem peternakan terpadu. Serta dibentuknya pengelolaan sapi dari hulu sampai hilir.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, dengan populasi sapi yang tinggi di Blora dan tertinggi di Jawa Tengah. Dengan jenis sapi PO, simental, limusin, brahman, dan beberapa jenis baru yang baru lahir dari program upsus siwab. Dengan potensi peternakan yang besar itu perlu manajemen yang baik.
Namun, sampai saat ini sapi-sapi tersebut, mayoritas dikandangkan di rumah warga. Rerata tiap rumah punya 2-3 ekor, dijual ketika untuk kebutuhan yang besar, seperti untuk menyekolahkan anaknya, nikahan, dan kebutuhan mendesak lainnya.
‘’Oleh karena itu kami dampingi, kami ingin adanya populasi yang besar dikembangkan secara teknologi dan sebagainya,’’ harapnya.
Belum lagi, sapi dari Blora rerata di jual ke luar kota dalam bentuk sapi utuh dan belum diwujudkan dalam produk turunannya. Karena Blora belum memiliki rumah pemotongan hewan (RPH) modern.
Untuk memaksimalkannya, pemkab kerjasama dengan perguruan tinggi. Salah satunya Universitas Gajah Mada (UGM) dan PT Andini Blora Gama Sejahtera (ABGS). Tujuannya untuk mewujudkan prototype peternakan terpadu.
Untuk mencapai itu, di Desa Megeri, Kecamatan Kradenan menjadi tempat prototype percontohan modern, mulai dari pakan, pengolahan, sampai pemasarannya.
Karena di Desa Megeri ini merupakan kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) milik UGM. Seluas 11 ribu hektare di Blora, dan sekitar 300 hektare di Desa Megeri.
Dukungan dari UGM akan sangat dibutuhkan dalam memajukan Blora. ‘’Kedepan kita ingin punya pabrik pakan, breeding, penggemukan, RPH, dan pengolahan pasca penggemukan,’’ kata Bupati.
Harapannya desain peternakan dari hulu hingga hilir di Kabupaten Blora segera direalisasikan. Mulai dari proses penyediaan bakalan yang bagus, teknologi penyediaan pakannya, perawatannya, hingga penjualan dengan kepastian pemasaran yang berkelanjutan dan teknologi pengolahan pasca panennya.
 ‘’Kita juga punya mimpi Blora punya RPH (rumah potong hewan) modern. Selama ini Blora dikenal penghasil sapi, tapi tidak punya RPH representatif. Masih manual semuanya. Oleh karena itu minta masukan dan saran agar upaya pendirian RPH ini bisa diwujudkan bersama, berikut industri pabrik pengolahan dagingnya seperti dibikin bakso, sosis, atau sejenisnya, yang muaranya bisa membuka peluang lapangan pekerjaan di Blora ini,” tambah Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinnakkikan) Blora, Gundala Wejasena menambahkan, terlaporkan mempunyai populasi ternak sapi dan kerbau sebanyak 269.071 ekor dan pada 2021 sampai dengan November telah terlayani akseptor inseminasi buatan (IB) sebanyak 89.930 ekor. ‘’Dan kelahiran hasil IB sebanyak 36.377 ekor,’’ ujarnya.
Menurutnya, sejak semester ke dua tahun ini dikenalkan IB menggunakan semen beku sapi belgian blue yang dikenal memiliki perototan super (Doble Muscle) dan sapi WAGYU yang dikenal memiliki kualitas daging terbaik.

Editor : M. Yusuf Purwanto
#advertorial #mbangun blora #blora #mas arief #bupati blora