Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

WBL – Mazola Perpanjang Penutupan

Bachtiar Febrianto • Selasa, 2 Juni 2020 | 20:00 WIB
WBL – Mazola Perpanjang Penutupan
WBL – Mazola Perpanjang Penutupan

Radar Lamongan – Obyek wisata di Lamongan masih ditutup akibat pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19). Dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud) setempat belum memutuskan pembukaan kembali sektor yang menjadi penopang pendapatan asli daerah (PAD) tersebut.


‘’Untuk penutupan obyek wisata, surat kami sebelumnya tidak berbatas waktu. Dan untuk ke depan ini, masih kami analisa dan pertimbangkan kapan dibuka lagi,’’ tutur Kabid Pariwisata Disparbud Lamongan Erdiana Renawati kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (1/6).


Dina, sapaan akrab Erdiana Renawati, mengatakan, pembukaan obyek wisata ditentukan dari arahan pemerintah. ‘’Iya sangat berpengaruh dari kebijakan pemerintah pusat. Kami masih menunggu instruksi lebih lanjut,’’ imbuhnya.


Sementara itu, pengelola Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo Lamongan (Mazola) memastikan melakukan perpanjangan penutupan. Hal itu berdasarkan pertimbangan masa pandemi Covid-19 yang hingga kini belum mereda.


‘’Ini malah menyesuaikan holding yang ada di Malang dan diperpanjang lagi sampai satu bulan ke depan,’’ kata Aris Wibawa, direktur PT BLS yang menaungi WBL dan Mazola. Dia menjelaskan, penutupan itu juga melihat dari situasi dan kondisi pandemi Covid-19. Serta melihat kebijakan dari pemerintah terhadap wisata.


Hingga kini, belum ada satupun wisata yang dibuka, guna mengantisipasi penularan Covid-19. ‘’Kalau nanti pemerintah mengizinkan dibuka, kita langsung buka,’’ imbuh Aris. Dengan kondisi seperti itu, pengelola wisata yang ada di wilayah pantura Lamongan tersebut harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk biaya operasional dan makanan satwa.


Selain itu, mayoritas pekerja yang dirumahkan harus menganggur lebih lama lagi. Aris menyatakan, kini terdapat 375 karyawan yang sudah dirumahkan. ‘’Hanya 125 karyawan yang masih dipekerjakan,’’ kata pria yang juga menjabat sekretaris DPRD Lamongan tersebut

Editor : Bachtiar Febrianto
#berita lamongan #lamongan #wbl