Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Demam Berdarah Menyerang

Muhammad Suaeb • Jumat, 16 Maret 2018 | 19:13 WIB
Demam Berdarah Menyerang
Demam Berdarah Menyerang

BLORA - Perlu penanganan serius terhadap perkembangan penderita demam berdarah (DB). Sebab, jumlah penderita tren meningkat dalam dua bulan ini. Jumlah penderita masih berpotensi naik. Akhir Februari lalu, sudah terdapat 93 penderita DB.


Jumlah ini melesat karena akhir Januari hanya ada 15 penderita akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti ini. Memasuki pertengahan Maret ini diprediksi penderita bertambah, karena Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora belum mendapat laporan.


Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Blora Edi Sucipto mengatakan, bisa saja penderita DB akan terus bertambah karena masih berlangsung musim hujan. Maret ini fasilitas kesehatan masih belum ada yang melapor adanya penderita baru.


Sebelumnya, ada satu orang diduga meninggal karena DB. Indikasinya sebelum meninggal, memiliki gejala hampir menyamai DB. Namun, setelah dikaji lagi, ternyata orang tersebut bukan meninggal akibat DB. “Jadi sampai saat ini masih belum ada korban DB yang meninggal,” tegas Edy sapaannya.


Selama ini, kata Edy, penderita DB naik karena semakin berkembang biaknya nyamuk Aedes aigypti yang ditopang banyaknya genagan air. Seperti genangan wadah plastik maupun ban bekas. Perkembangan nyamuk ini, lanjut Edi, bukan dari tempat yang kotor, seperti selokan. Tetapi, di air jernih dan bersih.


“Karena nyamuk Aedes aigypti tidak mau menempati air kotor,” ucapnya. Dia meminta masyarakat patut mewaspadai tempat-tempat yang terdapat genangan air di dalam rumah. Seperti di kamar mandi dan pot bunga yang ada airnya, serta tempat air lain di dalam rumah.


Termasuk pencegahan dini dengan mengenali gejala-gejala DB. “Bila ada masyarakat yang sakit, dengan kriteria sama seperti DB harap segera berobat ke faskes (fasilitas kesehatan) agar kejadiannya tidak sampai fatal,” ucapnya.


Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Sutik menambahkan, Februari lalu sempat ada satu orang yang diduga meninggal karena DB. Meninggalnya di UGD salah satu rumah sakit. Tapi setelah dilakukan lab, dan hasilnya menunjukkan jika kematian orang tersebut bukan karena DB.

Editor : Muhammad Suaeb
#dbd